VAKSINASI
0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

OBATDIGITAL – Selain dengan produsen vaksin COVID-19 Moderna, AstraZeneca, COVAX, program berbagi vaksin COVID-19 global, juga telah menjalin kerjasama dengan dua produsen vaksin COVID-19 asal Cina, yaitu Sinovac dan Sinopharm. Dua vaksin itu sebelumnya sudah digunakan di Indonesia lewat hubungan bilateral.

Gavi, aliansi vaksin COVAX, menandatangani perjanjian pasokan dengan dua pembuat obat senilai hingga 550 juta dosis. Sinovac PUN telah setuju untuk memasok hingga 380 juta dosis, sedangkan Sinopharm telah menawarkan hingga 170 juta. Pasangan produsen Cina ini akan mengirimkan 110 juta suntikan segera melalui COVAX, yang dipimpin Gavi bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Indonesia sudah mendapat jutaan vaksin Sinovac, begitu Sinopharm. Sedangkan di Thailand, lebih dari 600 pekerja medis yang disuntik dengan suntikan Sinovac, dijuluki CoronaVac, kemudian terinfeksi COVID-19, lapor Reuters, mengutip data pemerintah dari April hingga Juli tahun ini.

Setelah infeksi tersebut, Thailand menjadi negara pertama yang akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai dosis kedua bagi mereka yang menerima suntikan pertama suntikan Sinovac.

Langkah tersebut, yang pertama untuk mencampur dan mencocokkan vaksin yang dikembangkan vaksin buatan negara Barat dengan tembakan China, dimaksudkan untuk meningkatkan kekebalan terhadap varian delta. Pencampuran dua jenis vaksin ini diharapkan meningkatkan efektivitas pencegahan vaksin itu terhadap COVID-19. Sebab, di beberapa negara termasuk Indonesia, orang yang sudah divaksin Sinovac masih bisa terpapar virus COVID-19. Begitu pula edngan vaksin Sinopharm.

GAVI mengikuti dukungan WHO dalam hal efektivitas dan keamanan vaksin. “Semua suntikan yang didukung WHO, termasuk Sinovac dan Sinopharm, telah terbukti sangat efektif melawan penyakit parah, rawat inap, dan kematian,” kata seorang juru bicara GAVI, seperti dilansir Fierce Pharma (12/7/2021). “Ini bahkan lebih mendesak karena dunia menghadapi ancaman varian yang meningkat,” sambung GAVI.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »