Apotek Kimia Farma
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

OBATDIGITAL – Untuk mendapatkan vaksin CVID-19 gratis, memang bukan perkara gampang, apalagi tidak difasilitasi perusahaan atau lembaga lain. Untuk mendapatkan giliran harus mendaftar dulu atau rela antre berjam-jam di lokasi vaksinasi dengan risiko terpapar dengan calon penerima vaksin lainnya.

Tapi jangan kawatir bisa diminimalisir asal mau mengeluarkan duit dari kantong sendiri. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menunjuk beberapa apotek yang menyediakan fasilitas vaksinasi berbayar. Lokasinya sejauh ini baru di Jakarta. Calon yang akan memvaksin, harus mendaftar online, kemudian harus mengeluarkan biaya total sekitar Rp879.140 untuk dua dosis. Vaksin itu digolongkan sebagai vaksin gotong royong dan mulai beroperasi pada 12 Juli mendatang.

Pelaksana Tugas Direktur Utama KFD Agus Chandra menyatakan, lokasi awal Individu dilakukan di dua tempat yaitu Klinik KFD Pulo Gadung Jakarta Timur dan KFD Senen Jakarta Pusat sekaligus untuk melihat kesiapan di lapangan. Calon peserta vaksinasi nantinya akan mengikuti prosedur yang segera dipublikasikan dengan biaya sesuai yang ditetapkan Pemerintah.

“Selain Jakarta di dua klinik di Pulo Gadung dan Senen, mulai Senin depan, 6 klinik lainnya, yaitu KF Blok M (Jakarta), KF Supratman (Bandung), KF Citarum (Semarang), KF Sukoharjo (Solo), KF Sedati (Surabaya) dan KF Batubulan (Bali) siap memberi pelayanan. Total kapasitas VGR individu dari 8 klinik ini sebanyak 1.700 peserta per hari,” katanya seperti dikutip Tempo.co (11/7/2021).

Namun kapasitas penyediaan vaksin terbatas. Jakarta KF Senen misalnya cuma 200 orang per hari. Bandung KF Supratman 200 orang per hari, Kemudian di Bali KF Batu bulan 100 orang per hari. Yang mengelola vaksin itu adalah PT Kimia Farma Diagnostik.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan membolehkan praktik semacam itu. Itu tertuang lewat penetapan tarif vaksin individu melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang merupakan perubahan kedua atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021. “Iya (berbayar), bisa diakses individu,” kata juru bicara vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi.

Sementara itu, ekonom senior Faisal Basri mengritik praktik penjualan vaksin untuk individu oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara itu. Pasalnya, ia menilai pasokan vaksin saat ini masih terbatas. “Pasokan vaksin masih terbatas. Praktik jualan vaksin adalah tindakan biadab,” ujar dia dalam cuitannya di akun @FaisalBasri, Minggu, 11 Juli 2021.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »