0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

OBATDIGITAL – Para ilmuwan telah mengidentifikasi target baru untuk obat yang dapat mengobati virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19, dan juga membantu mengatasi pandemi virus corona di masa depan. Mereka memetakan tiga struktur protein baru dalam tampilan tiga dimensi dan menemukan pengidentifikasi rahasia dalam mesin yang membantu virus bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg di Amerika Serikat mencatat bahwa para ilmuwan harus bersiap untuk kemungkinan pandemi virus corona berikutnya. Salah satunya dengan terus melakukan penelitian dan pengembangan di dunia medis.

Profesor mikrobiologi-imunologi di Feinberg School of Medicine, Karla Satchell, menjelaskan bahwa tim sebelumnya memetakan struktur protein virus yang disebut nsp16, yang ada di semua virus corona. Dalam sebuah tudi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Science Signaling, memberikan informasi penting yang dapat membantu pengembangan obat melawan virus corona di masa depan serta SARS-CoV-2.

“Ada kebutuhan besar untuk pendekatan baru dalam penemuan obat untuk memerangi pandemi SARS-CoV-2/COVID-19 dan infeksi dari virus corona di masa depan,” jelas Satchell dilansir dari situs India Today, (9/7/2021).

Tim peneliti tersebut menemukan kantong khusus virus corona dalam protein, nsp16, yang mengikat fragmen genom virus yang ditahan oleh ion logam. Fragmen tersebut digunakan oleh virus corona sebagai template untuk semua blok pembangun virus. Ada potensi untuk membuat obat yang sesuai dengan kantong unik ini yang akan memblokir fungsi protein ini dari virus corona.

Lebih lanjut, Nsp16 dianggap sebagai salah satu protein virus utama yang dapat dihambat oleh obat-obatan untuk menghentikan virus segera setelah seseorang terpapar. Tujuannya, kata para peneliti, adalah untuk menghentikan virus lebih awal sebelum orang menjadi terlalu sakit.

Peneliti bekerja untuk menghasilkan informasi kunci tentang protein ini dan berkolaborasi dengan ahli kimia yang akan menggunakan informasi tersebut untuk merancang obat melawan protein. Mereka mencatat bahwa sementara beberapa protein virus corona sangat bervariasi, sedangkan nsp16 hampir sama di sebagian besar protein virus tersebut.

Itu berarti obat yang dirancang agar sesuai dengan kantong ini harus bekerja melawan semua virus corona, termasuk virus yang muncul di masa depan. Termasuk harus dapat bekerja melawan flu biasa yang disebabkan oleh virus corona.

“Itu bisa termasuk obat yang mirip dengan Remdesivir, yang mencegah virus memproduksi template untuk blok bangunan yang diperlukan untuk mereplikasi dirinya sendiri,” imbuh Satchell. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »