0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

OBATDIGITAL– Pro dan kontra mengenai kemanjuran Ivermectin untuk mengobati COVID-19 kian bergulir. Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memperingatkan agar obat tersebut harus melalui uji klinik terlebih dahulu. Panggunaannya pun perlu melalui resep dokter karena tergolong obat keras.

BPOM pun melakukan sidak dan memblokir obat Ivermectin dari PT Harsen Laboratories sejak 1 Juli 2021. Dilansir dari Tempo, Direktur Marketing PT Harsen Laboratories, Riyo Kristian Utama membenarkan pernyataan tersebut.

Riyo berharap agar BPOM segera mengizinkan produksi Ivermectin, untuk mengatasi virus corona yang jumlah kasusnya semakin meningkat. Menanggapi ini, Kepala BPOM Penny Lukito menuturkan, pihaknya tidak menghambat inovasi penemuan obat COVID-19 di Indonesia. Pemblokiran dilakukan karena ditemukan sejumlah pelanggaran.

“Kami sudah melakukan pembinaan dan pengawasan pada pembuatan Ivecmertin PT Harsen. Tahap pembinaan, perbaikan hingga pemanggilan. Namun masih belum ada niat baik PT Harsen memperbaiki kekurangannya sehingga ada langkah tindak lanjut sanksi-sanksi yang diberikan,” ujar Penny saat konferensi pers, Jumat (02/07/2021).

Dari sejumlah pelanggaran, salah satunya, PT Harsen telah mendistribusikan obat melalui jalur tak resmi, sehingga obat beredar bebas. Akibatnya, masyarakat bisa mendapatkan obat melalui e-commerce. Selanjutnya, PT Harsen melanggar ketentuan penetapan kedaluarsa obat, seharusnya 18 bulan setelah tanggal produksi. Nyatanya, PT Harsen mencantumkan 2 tahun setelah produksi.

“Mulai dari bahan baku Ivermectin melewati jalur tak resmi dan kemasan siap edar tidak sesuai aturan yaitu obat cacing. Harusnya mereka memahami regulasi yang ada,” tuturnya.

Meski begitu, produksi Ivermectin mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Menteri BUMN Erick Thohir pun menuturkan, penyediaan obat terapi COVID-19 diprioritaskan sebagai ikhtiar untuk penyembuhan COVID-19. Selain itu, Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti juga membeberkan, karyawannya yang terinfeksi COVID-19 mendapatkan pengobatan Paracetamol, Ivermectin, dan beberapa multivitamin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Annisa

Translate »