Migrain
0 0
Read Time:1 Minute, 0 Second

OBATDIGITAL– Perusahaan farmasi asal Amerika, Biohaven telah malakukan uji coba tahap akhir untuk menghasilkan obat migrain. Obat ini disinyalir dapat mengurangi migrain sebesar 30% setiap harinya apabila dikonsumsi dalam seminggu.

Berdasarkan riset, secara total terjadi penurunan migrain sebesar 50% dalam tiga bulan. Pasalnya, obat tersebut mampu memblokir reseptor yang menyebabkan migrain. Obat ini sekarang tersedia untuk pasien yang mengalami migrain selama kurang dari 15 hari setiap bulannya.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), ada beberapa efek samping yang dihasilkan seperti mual, sakit perut, dan gangguan pencernaan. Bahkan bisa menyebabkan alergi, kesulitan bernapas, dan ruam.

Namun, Direktur Montefiore Headache Center, Richard Lipton menuturkan, efek samping tersebut tidak berpengaruh besar dibandingkan obat migrain lainnya yang bisa menimbulkan sakit kepala karena penggunaan obat berlebihan.

“Migrain dapat menjadi penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 15,3% warga Amerika berusia 18 tahun atau lebih melaporkan migrain atau sakit kepala parah. Angka ini tetap stabil dalam dua dekade terakhir,” katanya dilansir dari Fox News, Jumat (02/07/2021).

Sebelumnya, Biohaven menyatakan, perusahaan telah berupaya menekan angka penderita migrain di America. Eli Lilly juga mengumumkan, pengujian  injeksi Emgality (galcanezumab-gnlm) untuk pencegahan migrain.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Annisa

Translate »