0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

OBATDIGITAL – Warga Singapura tidak lama lagi akan kedatangan obat yang bisa atasi COVID-19. Obat bernama Sotrovimab ini dapat membantu pengobatan pasien COVID-19 bergejala parah.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) telah menandatangani perjanjian pembelian di muka dengan GlaxoSmithKline Singapore (GSK) dan Vir Biotechnology untuk obat antibody Sotrovimab yang bisa mengobati COVID-19. Sotrovimab akan tersedia mulai September 2021.

Sotrovimab adalah sejenis antibodi monoklonal. Obat tersebut merupakan protein buatan laboratorium yang bertindak seperti antibodi dalam membantu tubuh melawan infeksi. Ini dapat digunakan untuk mengobati pasien yang tidak memerlukan suplementasi oksigen dan memiliki penyakit COVID-19 ringan hingga sedang tetapi berisiko berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Cara mengonsumsi obat dosis tunggal ini yakni diberikan melalui infus intravena.

Otoritas Kementerian Kesehatan Singapura menuturkan, “Penambahan sotrovimab ke portofolio terapi COVID-19 kami memastikan bahwa kami memiliki serangkaian perawatan untuk mengelola varian kekhawatiran yang muncul dengan lebih baik, dan untuk pasien yang mungkin mengalami efek samping dari terapi lain,” sebut narasumber yang tak disebutkan namanya, dikutip dari Straitstimes.com (30/6/2021).

Sementara itu, Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) Singapura pada hari Rabu (30/6/2021) memberikan otorisasi sementara untuk sotrovimab di bawah Rute Akses Khusus Pandemi. HSA mencatat bahwa sotrovimab membantu menurunkan risiko akut COVID-19 hingga 79 persen.

“Ini akan memungkinkan spesialis penyakit menular untuk menggunakan terapi antibodi monoklonal ini untuk pengobatan Covid-19 ringan hingga sedang pada pasien berusia 18 tahun ke atas yang tidak memerlukan suplementasi oksigen dan berisiko berkembang menjadi Covid-19 yang parah,” tulis otoritas HSA di situs resminya.

Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) Singapura juga telah memasukkan sotrovimab dalam pedoman pengobatan untuk COVID-19 yang diperbarui pada 14 Juni 2021. Obat tersebut menjadi bagian dari program yang memantau pasien dengan penyakit ringan hingga sedang tetapi berisiko tinggi mengalami perkembangan penyakit yang lebih serius.

Pedoman tersebut juga menunjukkan bahwa terapi harus bergantung pada varian lokal apa yang beredar di Singapura dan mana yang rentan terhadap populasi. NCID masih menunggu data tambahan untuk efektivitas perawatan antibodi tersebut terhadap varian yang muncul seperti varian Delta.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »