ilustrasi obat
0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

OBATDIGITAL – Para ilmuwan saat ini tengah mengidentifikasi 200 jenis obat yang telah disetujui untuk melawan COVID-19. Sebanyak 40 di antaranya sedang dalam uji klinis.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances, tim yang dipimpin oleh para peneliti di Milner Therapeutics Institute dan Gurdon Institute Universitas Cambridge menemukan bahwa obat sulfasalazine yang digunakan untuk mengobati malaria, rheumatoid arthritis dan penyakit Crohn, berpotensi untuk digunakan dalam pengobatan COVID-19. Mereka menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi protein kunci yang terlibat dalam infeksi virus serta jalur biologis yang mungkin ditargetkan oleh obat-obatan.

Direktur Milner Therapeutics Institute, Profesor Tony Kouzarides, mengatakan bahwa tim peneliti menguji subset obat yang terlibat dalam replikasi virus. Pihaknya menemukan bahwa obat antimalaria dan jenis obat yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis mampu menghambat virus.

“Dengan melihat secara menyeluruh pada ribuan protein yang berperan dalam infeksi SARS-CoV-2 – baik secara aktif atau sebagai konsekuensi dari infeksi – kami telah mampu membuat jaringan yang mengungkap hubungan antara protein ini,” jelas Kouzarides dilansir dari Livemint.com (1/7/2021).

Para peneliti mengklasifikasikan obat sesuai dengan perannya dalam mengatasi infeksi SARS-CoV-2, yaitu yang menargetkan replikasi virus dan menargetkan respons imun, dengan menggunakan analisis jaringan saraf tiruan. Mereka kemudian mengambil subset yang terlibat dalam replikasi virus dan mengujinya menggunakan garis sel yang berasal dari manusia dan dari primata non-manusia.

“Kami kemudian menggunakan pembelajaran mesin dan teknik pemodelan komputer terbaru untuk mengidentifikasi 200 obat yang disetujui yang dapat membantu kami mengobati covid-19. Dari jumlah tersebut, 160 belum pernah dikaitkan dengan infeksi ini sebelumnya. Ini dapat memberi kami lebih banyak senjata di gudang senjata kami untuk melawan virus itu,” imbuh Kouzarides.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »