Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

OBATDIGITAL – Obat-obatan yang diproduksi di Indonesia ternyata hanya sekitar 3 persen dari jumlah keseluruhan obat yang beredar yang menggunakan bahan baku obat lokal. Sebanyak 97 persen sisanya merupakan obat-obatan yang berasal dari bahan baku impor. Banyak alat kesehatan juga impor.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, dari 10 bahan baku obat terbesar, Indonesia baru mampu memproduksi dua jenis jenis bahan baku obat, yaitu paracetamol dan clopidogrel. Sisanya masih produk impor.

Tidak hanya obat, alat kesehatan pun masih didominasi oleh produk impor. Dikutip dari program 1st Session Closing Market IDX Channel, Kamis (17/6/2021), hingga saat ini ada 358 jenis produk alat kesehatan sudah diproduksi di dalam negeri yang terdata dalam sistem registrasi alat kesehatan (alkes) Kemenkes. Sementara itu, berdasarkan e-katalog 2019-2020,  tercatat baru 152 alkes yang diproduksi dalam negeri dari total 496 jenis alkes.

“Kita juga bisa lihat untuk obat-obatan hanya 3% nya produksi dalam negeri, 97% bahan bakunya masih impor. Padahal dari 1.809 macam obat yang ada di e-katalog hanya 56 item obat yang belum diproduksi di dalam negeri,” jelas Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual (15/6/2021).

Untuk mengatasi ketergantungan obat-obatan dan alkes impor tersebut, pihak Kemenkes berupaya untuk menerapkan regulasi yang mendukung produksi dalam negeri. Selain itu, menghitung tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta menjadikannya syarat utama dalam e-katalog, juga melakukan promosi ke berbagai instansi terkait untuk memprioritaskan pembelian produksi dalam negeri.

“Nah kami dari sektor kesehatan ini dari sistem resiliensi kesehatan, kami ingin memastikan semua bahan baku obat, obat-obatan dan juga alat kesehatan itu bisa diproduksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap negara lain terutama pada saat terjadi pandemi seperti ini, supaya sistem resiliensi kesehatan kita tangguh,” imbuh Budi Gunadi.

Untuk rencana jangka pendek, pihak Kemenkes akan mengalihkan 5.462 alkes impor dengan produk dalam negeri sejumlah 40.243 item senilai Rp 6,5 triliun. Diharapkan ke depannya Indonesia bisa memproduksi obat-obatan serta alat kesehatan secara mandiri, serta mengurangi impor.

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »