Kantor Merck
0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

OBATDIGITAL – PT. Merck Tbk, perusahaan farmasi asal Jerman sedang memaksimalkan utilisasi dan efisiensi pabrikan melalui berbagai cara. Salah satunya mengeksekusi pabrik Merck di pasar Rebo, Jakarta Timur, sebagai hub untuk obat-obatan resep.

Rencana jangka menengah perusahaan farmasi yang sudah berkiprah di dunia medis dan vaksin selama 130 tahun ini memang sedang fokus melakukan efisiensi dan utilisasi pabrikan. Di antaranya dengan melakukan otomatisasi, digitalisasi, serta peremajaan mesin. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan produksi obat yang sedang digiatkan.

Direktur Plant Merck, Arryo A. Wachjuwidajat mengatakan, perusahaan menargetkan rencana jangka menengah tersebut rampung di tahun 2023 atau 2024. Pabrik Merck di Pasar Rebo tersebut akan fokus memproduksi obat diabetes pada tahap pertama.

“Akan ada 14 produk yang diproduksi di sana saat ini beberapa masih dalam teknologi transfer dan sebagian sudah ada izin BPOM. Namun, kami tidak akan ada peningkatan utilisasi dan lebih mempertahankan kapasitas optimum seperti saat ini yakni di bawah 80 persen,” jelas Arryo dikutip dari Bisnis.com dalam jumpa media, Rabu (16/6/2021).

Meski di tengah pandemi COVID-19 yang ketat dengan protokol kesehatan, produksi obat Merck tetap berjalan optimal hingga melebihi target awal tahun, yakni volume unit produksi hingga 818 juta tablet atau melebihi 102 persen target. Selain itu, peluang ekspor yang kian terbuka juga terlihat dari perbandingan volume ekspor dan domestik yang mencapai angka 52 persen dan 48 persen.

“Sementara itu, komposisi produksi pabrik adalah 93 persen produk solid, serta 7 persen produk likuid dan semi solid, di mana tingkat utilisasi kapasitas pabrik mencapai 77 persen,” pungkas Arryo.

Kinerja positif Merck memotivasi rencana ekspansi pabrik hingga kapasitas 2 miliar tablet, dari yang sebelumnya berkapasitas 1,6 miliar tablet. Bisnis bahan baku obat (BBO) Merck pun terus menanjak, dan berkontribusi hingga 12 persen dari total keseluruhan pendapatan.

Lebih jauh Arryo menambahkan, Merck belum menghitung potensi pendapatan dan perhitungan bisnis lainnya karena dianggap masih prematur. Hal ini juga terkait dengan adanya antisipasi pengurangan produksi dari produk P&G, pasalnya kerja sama kedua belah pihak akan berakhir pada 2025.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »