Jumat, Mei 07, 2021

Gegara Konsumsi Opioid, 4 Perusahaan Obat Dituntut Bayar Rugi US$ 500M

<--ads1-->

Warga AS Overdosis Opioid, Empat Perusahaan Farmasi Ini Digugat

OBATDIGITAL- Opioid atau obat pereda nyeri memang memiliki efek mirip dengan morfin. Penggunaannya pun harus sesuai aturan, bahkan melalui resep dokter. Namun, pelanggaran terjadi di Amerika Serikat (AS) sehingga menyebabkan masyarakat kecanduan opioid.

Dilansir dari Reuters, Selasa (20/04/2021), Pemerintah AS mengumumkan telah terjadi hampir 500.000 kematian akibat overdosis opioid selama dua dekade. Allergan Johnson & Johnson (J&J), Teva Pharmaceutical Industries Ltd, Endo International Plc, dan AbbVie Inc dituntut bertanggungjawab atas kasus tersebut.

Pemimpin Distrik Santa Carla Los Angeles, AS, meminta keempat perusahaan tersebut membayar lebih dari US$50 miliar atas keteledoran yang menyebabkan kematian warga.

“Perusahaan mempromosikan obat penghilang rasa sakit. Ini mengakibatkan banyaknya pil adiktif di AS,” ujar pengacara penggugat, Fidelma Fitzpatrick.

Menanggapi tuduhan warga Santa Clara Los Angeles, keempat perusahaan itu membantah telah menyebabkan kasus overdosis opioid.

Sementara itu, pengacara Teva berujar, perusahaan telah memperingatkan kepada dokter mengenai risikonya. Penggugat tidak dapat membuktikan obat-obatan tersebut menimbulkan krisis kesehatan.

Kemudian, pengacara J&J Mike Yoder juga mengaku, obat penghilang rasa sakit sudah tidak lagi dipasarkan dan jarang disalahgunakan. Sedangkan kuasa hukum Endo John Hueston berujar, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pun telah menyatakan obat tersebut tidak berbahaya.

Untuk menyelesaikan kasus, tiga distributor obat terbesar di AS – McKesson Corp, Amerisource Bergen Corp, dan Cardinal Health Inc, serta J&J telah mengusulkan pembayaran gabungan sebesar US$26 miliar. Namun, kesepakatan terhadap rencana ini belum diputuskan.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »