Jumat, April 23, 2021

Tak Cuma Untuk Penyakit Jantung, Aspirin Juga Efektif Untuk Atasi Penggumpalan Darah COVID-19

<--ads1-->

OBATDIGITAL – Di masa pandemi COVID-19, ada risiko yang mengerikan seseorang terkena COVID-19. Risiko tersebut adalah penggumpalan dan pembekuan darah yang bisa membuat aliran darah menjadi tidak lancar. , penelitian menunjukkan bahwa hampir sepertiga orang dengan COVID-19 dalam perawatan intensif mengalami komplikasi yang berpotensi fatal akibat pembekuan darah yang berlebihan.

Namun risiko tersebut bisa dikurangi dengan pemberian aspirin, yang selama ini berfungsis ebagai obat pengencer darah dan dahulu kerap digunakan untuk sakit kepala. “Saat kami mempelajari tentang hubungan antara pembekuan darah dan COVID-19, kami tahu bahwa aspirin – digunakan untuk mencegah stroke dan serangan jantung – dapat menjadi penting bagi pasien COVID-19,” kata Jonathan Chow, ahli anestesi pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington di Washington, Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari Medical news Today (23/3/2021), dengan “mengencerkan” darah, aspirin membantu mencegah pembentukan gumpalan, atau trombi, yang dapat menyumbat pembuluh darah yang memasok jantung, otak, paru-paru, dan organ vital lainnya. Namun, harus diingat, salah satu keterbatasan aspirin sebagai pengobatan pencegahan adalah bahwa hal itu menyebabkan sedikit peningkatan risiko perdarahan.

Aspirin merupakan obat yang murah dan sudah terbukti keamanan dan kemanjuran dalam menangani penyakit kardiovaskular. Untuk itu Cow ingin mengujikan pada pasien COVID-19.

Analisis mereka menunjukkan bahwa dosis rendah aspirin segera sebelum atau setelah masuk rumah sakit dikaitkan dengan penurunan risiko ventilasi mekanis, masuk ke perawatan intensif, dan kematian di rumah sakit secara signifikan.

Pada saat yang sama, dalam studi tersebut, para peneliti tidak menemukan bukti bahwa aspirin meningkatkan risiko pendarahan. “Aspirin harganya murah, mudah didapat, dan jutaan orang sudah menggunakannya untuk merawat kondisi kesehatan mereka,” kata Chow. “Menemukan hubungan ini adalah kemenangan besar bagi mereka yang ingin mengurangi risiko dari beberapa efek COVID-19 yang paling mematikan.”

Selain mencegah pembekuan, aspirin mengurangi kadar molekul pensinyalan kekebalan atau sitokin yang disebut interleukin-6 (IL-6) di dalam darah. Molekul tersebut dikaitkan dengan reaksi berlebihan kekebalan, atau “badai sitokin”, yang dapat memengaruhi orang dengan COVID-19 dalam perawatan intensif.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »