Kamis, April 22, 2021

Ingat, Obesitas Bisa Tingkatkan Risiko Keparahan dan Kematian Akibat COVID-19

Obat baru Obesitas dari Novo Nordisk
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Selama ini penyakit-penyakit yang dikaitkan dengan tingkat keparahan antara lain, penyakit jantung, penyakit paru, diabetes,dan lain-lain. Namun, kini dalam studi terbaru, obesitas pun dipandang sebagai penyakit yang berkaitan dengan keparahan COVID-19.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan berdasarkan bukti terbaru yang dilakukannya, yang dikutip oleh Pharmacy Times (obesitas dan obesitas berat juga merupakan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit parah akibat COVID-19 pada usia berapa pun.

Satu studi CDC baru-baru ini menggunakan data dari Premier Healthcare Database Special COVID-19 Release, database rumah sakit, untuk mengevaluasi hubungan antara BMI (indeks masa tubuh) dan risiko hasil COVID-19 yang parah, seperti rawat inap, unit perawatan intensif (ICU) atau masuk unit stepdown. , ventilasi mekanis invasif, dan kematian.

Dalam studi tersebut, di antara 148.494 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang menerima diagnosis COVID-19 selama unit gawat darurat atau kunjungan rawat inap di 238 rumah sakit AS antara Maret 2020 dan Desember 2020, 28,3% kelebihan berat badan dan 50,8% mengalami obesitas.4

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko untuk ventilasi mekanis invasif, dan obesitas merupakan faktor risiko rawat inap dan kematian, terutama pada orang dewasa <65 tahun.4 Risiko rawat inap, masuk ICU, dan kematian paling rendah di antara pasien dengan BMI 24,2 kg / m2, 25,9 kg / m2, dan 23,7 kg / m2, masing-masing, dan kemudian meningkat secara dramatis dengan BMI yang lebih tinggi.

Studi ini lebih lanjut menekankan dan didasarkan pada bukti sebelumnya bahwa obesitas terkait dengan tingkat rawat inap dan kematian akibat COVID-19 yang lebih tinggi. Batasan penelitian termasuk bahwa hanya pasien dengan tinggi dan berat badan yang dilaporkan yang dievaluasi, dan risiko hanya dinilai di antara pasien rumah sakit, yang mungkin berbeda dari mengevaluasi semua pasien COVID-19.

Menurut laporan terbaru dari Federasi Obesitas Dunia, negara-negara dengan lebih dari 50% populasi yang diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan memiliki tingkat kematian COVID-19 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara dengan prevalensi kelebihan berat badan di bawah 50% .

Penyedia layanan kesehatan dapat berperan sebagai peran penting dalam mencegah dan menangani pasien obesitas, yang meliputi edukasi tentang modifikasi gaya hidup yang meliputi pola makan sehat dan aktivitas fisik secara teratur. Penderita obesitas dan obesitas berat juga harus mendapat prioritas untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di seluruh negeri.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »