Jumat, April 23, 2021

Awas Ada Varian Baru COVID-19 Inggris di Indonesia!

Wiku Adisasmita Satgas COVID-19
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Setelah melakukan upaya pembatasan wisatawan ke Indonesia untuk mencegah masuknya varian baru COVID-19, Indonesia “kecolongan”. Dalam pemeriksaan terhadap 462 sampel, ditemukan dua kasus virus COVID-19 dengan varian B117. Varian ini merupakan varian yang ditemukan di Inggris.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono mengatakan bahwa adanya dua kasus itu menandakan perlu percepatan pengembangan riset dan epidemilogis untuk melacak penyebaran varian tersebut.

Ia memandang itu penting karena varian itu lebih cepat menular meskipun tidak mematikan. Untuk itu, Satgas Penanganan Covid-19 akan melakukan monitoring dan evaluasi terkait ditemukannya strain virus baru Covid-19 yakni B117 di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan penjagaan di pintu masuk Indonesia dengan surveilans terhadap pelaku perjalanan internasional.

“Saat ini pemerintah sudah melakukan surveilans kedatangan dari luar negeri untuk mencegah masuknya strain Covid-19 di pintu masuk Indonesia. Selanjutnya merupakan tanggungjawab kita semua mencegah penularan terjadi di masyarakat dengan disiplin melakukan protokol kesehatan,” Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (2/3/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam menetapkan kebijakan pelaku perjalanan internasional, Satgas COVID-19 selalu berusaha adaftif dengan situasi dan kondisi yang ada, termasuk perubahan kebijakan jika diperlukan. Saat ini upaya yang akan dilakukan ialah untuk mencegah penularan strain virus baru di tengah-tengah masyarakat. 

Untuk itu masyarakat diminta tidak memandang vaksin sebagai solusi mutlak mengatasi pandemi. Meskipun vaksin memang dapat menyelamatkan nyawa, namun perubahan perilaku harus menjadi fondasi utama menghentikan penularan virus Covid-19 di Indonesia. 

Wiku meminta semua pihak waspada karena berdasarkan analisa terakhir dari World Health Organization (WHO), menyebutkan adanya kenaikan kasus di 4 benua. Yaitu benua Amerika, Asia Tenggara, Eropa dan Mediterania Timur. 

Hal ini sangat disayangkan mengingat, seminggu sebelumnya WHO menyatakan bahwa infeksi baru Covid-19 telah turun di seluruh dunia selama 6 Minggu berturut-turut atau pertamakalinya penurunan berkelanjutan sejak pandemi dimulai. 

“Besar kemungkinan kenaikan kasus global ini terjadi karena disiplin protokol kesehatan di banyak negara mulai mengendur karena terlena dengan kedatangan vaksin,” lanjutnya. 

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »