Jumat, April 23, 2021

Vaksin COVID-19 Buatan J&J Diklaim Lebih Kuat dan Efisien

kantor Johnson & Johnson
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan penilaian terbaru terhadap kandidat vaksin COVID-19 buatan Johnson & Johnson (J&J). Dalam analis terbarunya, FDA menilai vaksin itu memberikan perlindungan yang kuat terhadap infeksi penyakit mematikan. Tak cuma itu, bisa melindungi pasien COVID-19 dari kemungkinan penyakitnya bertambah parah.

Vaksin ini adalah vaksin vektor tipe 26 adenovirus yang tidak dapat direplikasi dengan varian protein virus SARS-CoV-2 – penyebab COVID-19. FDA bilang bahwa produk J&J dsulkan mendapatkan jin penggunaan darurat untuk orang dewasa di atas 18 tahun.

“Vaksin Johnson & Johnson adalah vaksin dosis tunggal, tidak memerlukan logistik rantai dingin, Anda tidak perlu duduk di sana selama 15 menit — itu adalah sesuatu yang dapat Anda lakukan lebih cepat,” Amesh Adalja, dari Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat seperti dilansir Pharmacy Times (24/2/2021).

Permintaan EUA didasarkan pada hasil analisa yang baik setelah mengamati 14-28 hari setelah vaksinasi. Hasilnya, mereka yang divaksin tidak mengalami infeksi COVID-19. Analisis ini melibatkan 39.321 peserta secara acak dengan median waktu tindak lanjut 2 bulan setelah vaksinasi

Selain itu, vaksin itu juga efektif melawan varian COVID-19 yang ditemukan di Afrika Selatan, dengan tingkat kemanjuran keseluruhan 64%. Vaksin sekali pakai juga memiliki kemanjuran 86% melawan bentuk parah COVID-19 di Amerika Serikat.

Analisis titik akhir menunjukkan keefektifan vaksin buatan J&J sebesar 76,7% terhadap pasien COVID-19 parah atau kritis. Itu terlihat setidaknya 14 hari setelah vaksinasi, dan kemanjuran 85,4% terhadap COVID-19 parah atau kritis yang terjadi setidaknya 28 hari setelah vaksinasi.

Menurut The Washington Post, FDA dapat menerbitkan EUA secepatnya akhir pekan ini. Sekitar 2 juta dosis akan tersedia untuk dikirim setelah EUA dikeluarkan, menurut laporan tersebut, dan pasokan akan meningkat dengan hingga 20 juta dosis tersedia. pada akhir Maret.

Faktor lain yang menguntungkan dari vaksin ini adalah penyimpanan dan administrasi yang lebih mudah setelah tersedia. Vaksin ini dapat disimpan pada suhu lemari es normal setidaknya selama 3 bulan, yang dapat mempermudah penyimpanannya di apotek eceran biasa atau di daerah pedesaan.

Selain itu, pendekatan satu dosis juga bisa menjadi langkah penting dalam menangani pandemi. Ini berbeda dengan vaksin lain yang membutuhkan dua dosis dan penyimpanan ranti dingin.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »