Vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna, Perlu Diperbarui

ilustrasi vaksinasi
ilustrasi vaksinasi
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Keampuhan vaksin COVID-19 dan Moderna mulai dipersoalkan. Jika awal Januari lalu, kedua perusahaan mengklaim produknya bisa mencegah varian baru dari Afrika Selatan dan Inggris.

Namun kini klaim tersebut dipertanyakan. Sebab, Pfizer dan mitranya BioNTech sedang mengerjakan suntikan penguat untuk melindungi dari varian baru tersebut.

Seperti dilansir Fierce Pharma 18/02/2021), data tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap khasiat vaksin tadi. Dalam sebuah surat yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine Rabu, Pfizer dan University of Texas mengatakan sebuah studi laboratorium menunjukkan bahwa dua vaksin itu sekitar dua pertiga lebih lemah terhadap varian COVID-19 Afrika Selatan daripada melawan virus aslinya.

Moderna juga menerbitkan surat tentang vaksinnya di NEJM, menjelaskan bahwa para ilmuwannya menguji vaksin COVID-nya terhadap beberapa varian, termasuk yang ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Denmark. Mereka menemukan penurunan enam kali lipat dalam antibodi penetral ketika mereka menguji vaksin melawan “panel mutasi penuh,” lapor mereka.

Potensi yang menurun tidak selalu berarti vaksin tersebut kurang protektif.. Seberapa protektif mereka terhadap varian masih belum diketahui sampai saat ini.