Terbukti, Vaksinasi COVID-19 Turunkan Jumlah Pasien Yang Dirawat di RS

ilustrasi vaksinasi
ilustrasi vaksinasi
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Banyak orang yang masih meragukan efektivitas vaksinasi COVID-19 terhadap kasus COVID-19. Namun studi terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) menunjukkan efektivitas vaksinasi itu.

Sebuah laporan baru telah menemukan bahwa tiga negara bagian teratas -termasuk Arizona, Alabama, dan California – selama sebulan terakhir, Arizona mengalami 34,3 lebih sedikit rawat inap harian per 100.000 orang, dengan 298,6 lebih banyak vaksinasi harian selama periode yang sama.

Demikian pula, Alabama melihat 33,7 lebih sedikit rawat inap harian dan 285,2 lebih banyak vaksinasi. California melihat 29 rawat inap lebih sedikit dan 265,9 lebih banyak vaksinasi per 100.000 orang.

Beberapa negara bagian lain juga mengalami penurunan rawat inap antara 21,9 dan 34,3 lebih sedikit rawat inap harian per 100.000 orang, dengan antara 178,6 dan 298,6 lebih banyak vaksinasi per 100.000.

Laporan yang dikutip Pharmacy Times (18/2/2021) tersebut memperlihatkan bahwa ahwa korelasi yang kuat vaksinasi itu yang diperlihatkan dari nilai 0,84 (nilai 1 akan menunjukkan korelasi yang sempurna).

Laporan itu mengatakan satu penjelasan potensial adalah jumlah vaksin yang relatif tinggi yang diberikan kepada masyarakat di 3 negara bagian itu bulan lalu.

Secara keseluruhan, AS telah memberikan 52,9 juta dosis vaksin COVID-19 per 15 Februari, meskipun jumlah itu tidak mencerminkan jumlah orang Amerika yang telah divaksinasi penuh dengan kedua dosis tersebut.

Selama seminggu terakhir, rata-rata 1,5 juta vaksin telah diberikan setiap hari, mewakili peningkatan sekitar 3% dibandingkan dengan rata-rata trailing 7 hari sekitar 1,46 juta pada 4 Februari.

Tidak hanya jumlah pasien yang dirawat, tetapi jumlah kasus baru yang menurun. Pada 15 Februari, ada 27.484.573 kasus kumulatif di Amerika Serikat. Pertumbuhan kasus baru menurun menjadi 55,1 ribu, sedangkan pengujian menurun menjadi 1,13 juta.

Jika itu juga terjadi di Indonesia, apakah masih ada orang yang kurang yakin akan manfaat vaksinasi COVID-19?