Tiga Faktor Ini Jadi Sebab Positive Rate COVID-19 di Indonesia Masih Tinggi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa terjadi penurunan angka kasus positif COVID-19. Itu setelah pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pendataan jumlah pengetesan dan pengecekan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Yang menjadi pertanyaan: mengapa angka positive rate COVID-19 tetap tinggi? Dalam jumpa pers yang digelar secara virtual Rabu (17/2/2021), Budi Gunadi menjelaskan ada tiga faktor penyebab. Pertama, pemeriksaan kasus memang masih sedikit. Jumlah tes per harinya masih dibawah harapan. “Ini yang akan kami perbaiki,” ucapnya dalam jumpa pers yang dihadiri oleh OBATDIGITAL.

Kedua, data mengenai kasus negatif belum semuanya dilaporkan oleh rumah sakit. Pihak rumah sakit lebih mengutamakan pelaporan kasus positif daripada kasus negatif. Akibatnya yang terjadi angka positif yang tinggi.

Ketiga, banyak petugas di rumah sakit belum mengetahui sistem pengiriman data, atau sistem user interfacenya belum memuaskan. Sehingga banyak petugas yang kesulitan menginput dan mengirimkannya ke pusat data di Kemenkes.

Mengenai hal ini, kata Budi Gunadi, pihaknya akan memperbanyak tes antigen swab dan memasukkan data harian. “Selama ini kan masih mengandalkan pada tes PCR (polymerase chain reaction) yang hasilnya tidak cepat keluar,” ujarnya. Dengan demikian akan diketahui berapa yang diperiksa dan berapa yang negatif serta positif.

Kemudian user interface juga diperbaiki, sehingga memudahkan petugas memasukkan data dan secara otomatis akan tersimpan dan terkumpul di pusat.