GSK Akan Tutup Pabrik Antibiotiknya di Inggris

GSK jual saham di Hirlock kepada Unilever
GSK jual saham di Hirlock kepada Unilever
<--ads1-->

OBATDIGITAL – GlaxoSmithKline (GSK) terus berbenah dengan mengubah fokus pemasarannya. Prusahaan yang berbasis di Inggris ini akan memfokuskan pada vaksin dan obat khusus. Sedangkan antibiotik akan ditinggalkan kecuali antibiotik yang cuan dan “antibiotik inovatif.

Untuk persiapan itu, GSK berencana untuk menghentikan produksi antibiotik di Inggris setelah menyelesaikan penjualan produk senilai US$ 500 juta ke Novartis ‘Sandoz.

GSK akan menyelesaikan komitmen pasokannya ke Sandoz (anak usaha Novartis) — kesepakatan yang berlangsung hingga 2025 — saat bersiap untuk menutup satu pabriknya dan memperkecil pabrik di lokasi lainnya, dan memangkas 300 tenaga kerja.

Minggu ini setuju menjual hak atas tiga merek antibiotik — Zinnat, Zinacef, dan Fortum — kepada unit generik Novartis itu. Perlu diketahui Zinacef dan Fortum dibuat oleh ACS Dobfar di Verona, Italia.

Sedangkan untuk Zinnat GSK berharap memproduksi Zinnat sendiri hingga tahun 2025. Zinnat dibuat di pabriknya di Ulverston di Cumbria dan Barnard Castle di County Durham. Ada pun pabrik di Ulverston akan ditutup sepenuhnya, tetapi yang terletak Barnard Castle akan terus memproduksi produk GSK lainnya. Diperkirakan sebanyak 130 karyawan Ulverston dan 170 di bisnis Zinnat Istana Barnard akan diberhentikan.

bagaimana dengan antibiotik sefalosporin? “Tim sefalosporin kami melakukan pekerjaan yang sangat terampil dan terspesialisasi,” kata GSK dalam sebuah pernyataanyang dikutip Fierce Pharma (12/2/2021).

Sementara itu, perusahaan tersebut mempertahankan obat anti infeksi Augmentin yang populer dan akan terus mengembangkan kandidat antibiotik baru.