Sabar, Sebentar Lagi Ada Obat Obesitas

Obat baru Obesitas dari Novo Nordisk
Obat baru Obesitas dari Novo Nordisk
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Kabar gembira buat penderita obesitas. Mereka sebentar lagi punya harapan untuk menurunkan berat badan. Ini karena obat semaglutide sudah diajukan untuk mendapat lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Menurut hasil studi terbaru yang dikerjakan ilmuwan Universitas Cambridge, London, Inggris, sepertiga (35%) orang yang menggunakan obat baru untuk mengobati obesitas kehilangan lebih dari seperlima (lebih dari atau sama dengan 20%) dari total berat badan mereka.

Temuan dari uji coba internasional berskala besar, yang diterbitkan  di New England Journal for Medicine – dan dikutip Science Daily (14/2/2021) – dipuji sebagai “gamechanger” untuk meningkatkan kesehatan penyandang obesitas dan dapat memainkan peran utama dalam membantu Inggris untuk mengurangi masalah kegemukan.

Semaglutide bekerja dengan cara membajak sistem pengatur nafsu makan tubuh sendiri di otak yang menyebabkan berkurangnya rasa lapar dan asupan kalori.

Profesor Batterham, salah satu anggota tim peneliti, mengatakan bahwa remuan studi ini merupakan terobosan besar untuk meningkatkan kesehatan orang dengan obesitas. Tiga perempat (75%) orang yang menerima semaglutide 2.4mg kehilangan lebih dari 10% berat badan mereka dan lebih dari sepertiga kehilangan lebih dari 20%.

“Tidak ada obat lain yang mampu menghasilkan tingkat penurunan berat badan ini – ini benar-benar pengubah permainan. Untuk pertama kalinya, orang dapat mencapai melalui obat apa yang hanya mungkin dilakukan melalui penurunan berat badan pembedahan,” ujar Batterham

Batterham menambahkan bahwa dampak obesitas pada kesehatan telah menjadi fokus setelah ada pandemi COVID-19. Obesitas bisa meningkatkan risiko kematian akibat virus COVID-19, serta meningkatkan risiko banyak penyakit serius yang membatasi hidup termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit hati, dan jenis kanker tertentu.

“Obat ini dapat berdampak besar pada kebijakan kesehatan Inggris untuk tahun-tahun mendatang,” sambung Batterham.

Rata-rata peserta dalam uji coba kehilangan 15,3kg (hampir 3 stone); hal ini disertai dengan penurunan faktor risiko penyakit jantung dan diabetes, seperti lingkar pinggang, lemak darah, gula darah, dan tekanan darah, serta peningkatan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Profesor John Wilding, ketua tim peneliti asal Universitas Liverpool, mengatakan, Ini adalah kemajuan yang signifikan dalam pengobatan obesitas. “Bagi saya ini sangat menarik karena saya terlibat dalam studi awal GLP1 (ketika saya bekerja di Rumah Sakit Hammersmith pada 1990-an,” ucapnya.

“Kami adalah orang pertama yang menunjukkan dalam penelitian laboratorium bahwa GLP1 memengaruhi nafsu makan), jadi senang melihat ini diterjemahkan menjadi pengobatan yang efektif untuk orang dengan obesitas. “