Ingat, Beberapa Minuman Energi Bisa Merusak Sel Otot Jantung

Beberapa Minuman Energi
Beberapa Minuman Energi
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Minuman ringan berenergi (energy drink) disukai banyak orang. Sebab, minuman ini bisa membuat orang yang semula letih menjadi lebih segar dan bersemangat.

Akibatnya, penjualan minuman energi pun terus cuan. Penjualan global minuman energi yang diperkirakan mencapai US$ 53 miliar pada 2018 dan berkembang pesat.

Namun tahukah tak semua minuman bernergi aman bagi tubuh. Sebagian malah ada yang bisa merusak organ vital tubuh seperti jantung. Salah satunya, tim peneliti Texas A&M University,Amerika Serikat (AS) telah menemukan bahwa beberapa minuman energi memiliki efek buruk pada sel-sel otot jantung.

Tim periset pimpinan Prof Dr. Ivan Rusyn, dari Departemen Veterinary Integrative Biosciences (VIBS) di Texas A&M College of Veterinary Medicine & Biomedical Sciences (CVMBS), mengamati kardiomiosit – sel jantung manusia yang tumbuh di laboratorium – yang terpapar beberapa minuman energi menunjukkan peningkatan detak jantung dan faktor lain yang memengaruhi fungsi jantung.

Ketika ditempatkan dalam konteks tubuh manusia, konsumsi minuman ini telah dikaitkan dengan detak jantung yang tidak tepat, kardiomiopati (penyakit otot jantung yang membuat jantung sulit untuk memompa darah), peningkatan tekanan darah, dan lain-lain.

“Karena konsumsi minuman ini tidak diatur dan dapat diakses secara luas di atas meja untuk semua kelompok umur, potensi efek buruk kesehatan dari produk ini menjadi subyek perhatian dan penelitian yang dibutuhkan,” kata Rusyn.

“Memang, konsumsi minuman berenergi telah dikaitkan dengan berbagai macam dampak buruk kesehatan pada manusia, banyak di antaranya menyangkut efek pada jantung.”

Peneliti mengevaluasi 17 merek over-the-counter yang tersedia secara luas. Mereka kemudian merawat kardiomiosit dengan setiap minuman.

Peneliti juga mempelajari komposisi minuman energi dengan menggunakan metode baru. Dengan membandingkan efek dan konsentrasi bahan yang berbeda di setiap minuman, mereka dapat menyimpulkan bahan mana yang mungkin lebih berkontribusi terhadap efek samping pada kardiomiosit yang dirawat.

Dengan menggunakan model matematika, para peneliti menentukan bahwa kemungkinan adanya teofilin, adenin, dan azelat, zat yang dapat memiliki efek negatif pada jantung.

“Sedikit yang diketahui tentang bahan-bahan yang dapat berkontribusi pada efek buruk minuman energi pada jantung,” kata Rusyn. Namun karena jumlah relawan yang diteliti sangat sedikit, Rusyn tak yakin akan buktinya. Ia merencanakan akan melibatkan lebih banyak relawan dalam riset mendatang.

Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang bahan-bahan yang diidentifikasi dalam penelitian ini untuk memastikan keamanan konsumsi mereka, terutama oleh konsumen dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

“Kami berharap konsumen dengan hati-hati mempertimbangkan manfaat peningkatan kinerja dari minuman ini dibandingkan dengan data yang muncul yang menunjukkan bahwa minuman tersebut mungkin memiliki efek buruk yang nyata,” imbuhnya.

Rusyn juga berharap Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melihat lebih dekat apakah minuman ini mungkin perlu ditinjau secara hati-hati sehubungan dengan kemungkinan pelabelan efek kesehatan yang merugikan, dan membatasi konsumen berdasarkan usia dan kelompok rentan.