Sri Rejeki: Masyarakat Tak Perlu Urusi Efikasi, Biar Itu Urusan Pemerintah

ilustrasi vaksinasi
ilustrasi vaksinasi
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Meski vaksinasi COVID-19 sudah berjalan hampir sebulan, masih banyak yang meragukan vaksin buatan Sinovac dari Cina. Seperti diketahui dalam uji klinis vaksin tersebut fase ketiga, efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3%. Bahkan uji klinis di Brazil menunjukkan efikasinya sekitar 50%.

Mengenai hal ini, ahli vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Sri Rezeki mengatakan bahwa masyarakat sebetulnya tidak menguris soal efikasi vaksin. Serahkan urusan tersebut kepada pemerintah. “Pemerintah sudah melakukan dengan baik dan benar serta aman,” katanya kepada OBATDIGITAL.

Sebaiknya masyarakat menyerahkan pada ahli-ahlinya yang bekerja di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ia menunjukkan bukti soal keamanan dan efikasi vaksin COVID-19. Contohnya sudah banyak pejabat yang sudah divaksin, “Jangan takut sama vaksinnya, tetapi takut takutlah sama penyakitnya,” imbuh Sri.

Lebih lanjut Sri menegaskan bahwa vaksinasi itu dilakukan adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan pemerintah. Selain itu vaksinasi untuk melindungi semua masyarakat, bukan individu-individu.

Selain itu sudah pernah dilakukan survei untuk mengetahui respon masyarakat terhadap vaksinasi. Survei itu dilakukan pada September 2020, sebelum vaksinasi digelar terhadap 1.150.000 responden. Hasilnya, 7,6% yang menolak dan 70% masih ragu-ragu. “Nah yang kita harapkan yang ragu-ragu berubah menjadi setuju divaksin,” ujarnya.