BPOM Luncurkan Aplikasi Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan

Kantor BPOM
Kantor BPOM
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus melakukan terobosan untuk mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam bidang pengolahan produk pangan.

Salah satunya melalui Aplikasi Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan yang diluncurkan pada Selasa (09/022021) secara daring dan luring. Dengan cara ini BPOM melakukan percepatan registrasi pangan olahan dan peningkatan pemahaman pelaku usaha pangan olahan.

Dalam acara launching Aplikasi Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan ini, Badan POM juga melakukan kegiatan Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan, berupa desk registrasi, coaching clinic, dan bimbingan teknis kepada pelaku usaha, baik yang dilakukan secara daring dan luring, sebagai komitmen mewujudkan pelayanan prima dalam bidang registrasi pangan olahan.

Aplikasi tersebut merupakan aplikasi berbasis web yang dapat diakses oleh pelaku usaha melalui situs http://registrasipangan.pom.go.id/rumahRPO/. Aplikasi ini dilengkapi menu simulasi dalam melakukan registrasi pangan olahan, sebagai tutorial bagi pengguna aplikasi secara mandiri.

“Peluncuran Aplikasi Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan diharapkan dapat memperluas jangkauan pelaku usaha di seluruh Indonesia yang memerlukan informasi mengenai registrasi pangan olahan,” ujar Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam rilisnya (8/2/2021).

Dengan kondisi pandemi yang mengurangi layanan tatap muka, aplikasi  ini diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha mengetahui persyaratan dan cara mendaftarkan pangan olahan.

Lebih lanjut Penny menjelaskan bahwa sistem pengawasan pangan nasional yang efektif sangat penting untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Ditambah globalisasi dan industri 4.0 menuntut BPOM memperkuat sistem pengawasan pangan sekaligus melaksanakan strategi pengawasan pangan berbasis risiko dan bersifat pencegahan (preventive approach).

Penny menjelaskan bahwa kondisi keamanan pangan tergantung pada sistem pengawasan yang komprehensif. Sementara itu, sistem pengawasan tidak hanya berdasarkan pengawasan di tingkat industri pangan sebagai produsen.

Tetapi juga pengawasan sepanjang rantai pangan, dari mulai budidaya/bahan baku, produksi, distribusi, dan sampai ke tangan konsumen (from farm to table) memenuhi aspek keamanan, mutu, gizi dan label pangan olahan.

“BPOM terus berkomitmen mendukung kemandirian dan daya saing UMKM yang sejalan dengan program Nasional Bangga Buatan Indonesia,” pungkas Penny.