Kabar Baik, Lansia Dapat Vaksin Sinovac

Kepala BPOM Penny K Lukito
Kepala BPOM Penny K Lukito
<--ads1-->

OBATDIGITAL- Program vaksinasi COVID-19 sudah berjalan sejak 13 Januari 2021, bertepatan setelah Presiden Joko Widodo divaksin. Kala itu, ada beberapa persyaratan untuk mendapatkan vaksin Sinovac, salah satunya tidak dikhususkan bagi lansia. Ini karena uji klinis vaksin tersebut tidak melibatkan relawan lansia.

Namun, kebijakan tersebut mengalami perubahan setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan untuk lansia.

“Pada tanggal 5 Februari 2021 Badan POM menerbitkan EUA (Emergency Use Authorization) vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas, dengan 2 dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari,” kata Penny K Lukito Kepala BPOM, pada Minggu (7/2/2021) dilansir dari website BPOM.

Selang waktu ini berbeda dengan selang waktu buat penerima vaksin di bawah 60 tahun, yang berjarak 14 hari dari suntikan pertama.

Penny punya alasan soal itu. “Seroconversion rate setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96 persen dan keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik, serta tidak ada efek samping serius derajat 3 yang dilaporkan akibat pemberian vaksin,” tutur Penny.

Keputusan itu dikeluarkan BPOM merujuk pada hasil uji klinik di beberapa negara seperti Cina dan Brasil. Di Cina, uji klinis fase 1 dan 2 memperlihatkan hasil imunogenesitas yang baik. Uji klinik di Brasil, tidak menunjukkan adanya efek samping yang membahayakan.

Menurut Penny, hal ini diberlakukan mengingat lansia merupakan kolompok yang paling rentan terpapar virus corona. Meski begitu, interval dosisnya berbeda dengan kelompok masyarakat di bawah usia 60 tahun yang berselang 14 hari.

Pemberian vaksin Sinovac kepada lansia akan dimulai pada tenaga medis, Senin (09/02/2021). Setelah itu, akan berlanjut kepada masyarakat umum.