Cara Ilmuwan AS Ini Atasi Disparitas Efektivitas Obat

aktivitas pembuatan obat
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Seperti juga vaksin, efektivitas obat juga tidak selalu sama untuk setiap ras atau wilayah. Inilah yang dikawatirkan Farmakolog Amerika asal Afrika sekaligus Direktur Departemen Farmakologi dan Ilmu Molekuler di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat (AS) , Namandje Bumpus.

Ia mengkhawatirkan kurangnya upaya pemerataan dalam pengembangan obat. Kemudian ia menawarkan solusi yang mengacu pada keragaman uji klinik obat dan terapi terbaru.

“Manusia diciptakan dengan perbedaan, termasuk faktor genetik yang menyebabkan perbedaan cara kerja obat dalam tubuh. Varian genetik terjadi pada beberapa kelompok etnis dan sebagai pendukung keberagaman sains,” tuturnya dilansir dari MedicalXPress, Kamis (04/02/2021).

Menurutnya, beberapa obat yang tersedia saat ini, seperti warfarin, yang digunakan untuk pengencer darah, ternyata kurang efektif bagi orang Afrika. Berdasarkan penelitian sebelumnya, satu dari lima obat baru yang disetujui oleh FDA menunjukkan perbedaan efektivitas antar-kelompok etnis.

“Sekarang, saat pengobatan dan vaksin digunakan untuk mengatasi pandemi, secara tidak proporsional memengaruhi orang kulit berwarna. Padahal kebutuhan akan standar yang lebih baik untuk keragaman uji klinis lebih besar dari sebelumnya,” kata Direktur Departemen Farmakologi dan Ilmu Molekuler di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins ini.

Ia berujar, hanya meningkatkan jumlah minoritas yang kurang terwakili dalam uji klinis tidak cukup untuk memecahkan masalah sistemik. Oleh karena itu, Bumpus menciptakan kerangka kerja untuk pengembangan obat yang lebih baik.

Kerangka tersebut mencakup empat bagian yang melibatkan penelitian variabilitas genetik; praktik perekrutan yang lebih baik untuk mendiversifikasi tenaga kerja ilmiah; persyaratan keragaman untuk lembaga pendanaan; dan persyaratan pelaporan keragaman pada demografi uji klinis dalam artikel yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Harapannya, para peneliti akan lebih selaras untuk membangun variasi genetik ke dalam studi mereka.