Pandemi COVID-19, Jumlah Pasien Kanker Makin Banyak

Pasien kanker yang dikemoterapi
Pasien kanker yang dikemoterapi
<--ads1-->

OBATDIGITAL -Ngeri, rupanya COVID-19 telah membuat semua penyakit tak tertangani, termasuk kanker. Jumlah pasien kanker di dunia pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 60%. Berdasarkan analisis GLOBOCAN, kasusnya diperkirakan bertambah  sebesar 30,20 juta  pada 2040.

Sementara itu, kanker menjadi penyakit yang menempati peringkat kedua dengan tingkat mortalitas yang besar. Pada tahun sebelumnya kanker masih menempati posisi ke 6 besar.

Dilansir dari European Respiratory Journal, kanker merupakan salah satu komorbid yang dapat meningkatkan risiko penularan infeksi dan memperburuk prognosis pasien COVID-19. RSCM juga telah melakukan berbagai upaya terkait pencegahan dan penanggulangan COVID-19 untuk semua pasien untuk mengantisipasi hal ini.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, menuturkan, pengobatan kanker menelan biaya yang banyak. Menurut data BPJS Kesehatan tahun 2020, sudah 2,5 juta kasus kanker ditangani dan menghabiskan biaya Rp3,5 triliun. Itu diutarakan pada saat memberikan sambutan pada Webinar World Cancer Day 2021, Kamis (04/02/2021).

Koordinator Pelayanan Kanker Terpadu (PKaTRSCM) Soehartati A. Gondhowiardjo, menuturkan, kanker tidak seperti penyakit menular yang memiliki vektor seperti penyakit malaria akibat nyamuk. Mengenai kejadian ini, ada beberapa faktor yang memengaruhi, salah satunya gaya hidup yang kurang sehat.

 Lebih lanjut Soehartati bilang, untuk penyakit tidak menular, vektornya kebanyakan karena pola hidup. Oleh karena itu, [pasien kanker] perlu mengonsumsi makanan sehat dan mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Bisa dilihat, tindakan paling efektif dalam penanganan kanker yaitu prevention. Seperti yang dilakukan di Australia, bisa menurunkan kasus,” tuturnya