Obat Asam Urat Ini Kurangi Kebutuhan Terapi Oksigen Penderita COVID-19

Perawatan pasien COVID
Perawatan pasien COVID
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Colchicine dikenal sebagai salah satu obat gout atau kelebihan asam urat. Kini sejumlah peneliti memanfaatkan obat anti peradangan itu untuk mengurangi kebutuhan terapi oksigen pada pasien COVID-19.

Temuan ini mendorong para peneliti Brasil untuk menyarankan bahwa colchicine dapat ditambahkan ke perawatan standar untuk pasien rumah sakit dengan infeksi COVID-19 sedang hingga parah. Terutama pada pasien yang memiliki saturasi oksigen di bawah 92%.

Kesimpulan itu dikeluarkan setelah para ilmuwan menelitinya antara April dan Agustus 2020 yang melibatkan 75 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Pasien itu menerima pengobatan standar ditambah 0,5 mg colchicine tiga kali sehari selama 5 hari, diikuti dengan dosis yang sama dua kali sehari selama 5 hari.Sedangkan kelompok kontrol diberikanpengobatan standar plus obat tiruan (plasebo).

Pengobatan standar terdiri dari dosis antibiotik azitromisin, antimalaria hydroxychloroquine, dan pengencer darah heparin, ditambah steroid (methylprednisolone) jika kebutuhan oksigen tambahan cukup besar – sama dengan 6 liter / menit atau lebih – dan perawatan intensif diperlukan.

Hanya lima pasien yang berada dalam kisaran berat badan yang sehat: kelebihan berat badan dan obesitas diketahui sebagai faktor risiko untuk infeksi COVID-19 yang lebih parah.

Hasilnya didasarkan pada 72 pasien (36 di setiap kelompok). Rata-rata lamanya waktu pasien membutuhkan terapi oksigen adalah 4 hari untuk mereka yang diobati dengan kolkisin tambahan dibandingkan dengan 6,5 hari untuk mereka yang dalam pengobatan standar ditambah kelompok plasebo.

Demikian pula, rata-rata lama tinggal di rumah sakit adalah 7 hari untuk kelompok kolkisin dibandingkan dengan 9 hari untuk kelompok pengobatan standar.

Pada hari ke 7, kurang dari 1 dari 10 (9%) dari mereka yang diobati dengan colchicine membutuhkan oksigen pemeliharaan dibandingkan dengan lebih dari 4 dari 10 (42%), pada kelompok pengobatan standar.

Dua pasien meninggal, keduanya berada di kelompok plasebo. Secara keseluruhan, colchicine aman dan dapat ditoleransi dengan baik, dengan sedikit efek samping; diare lebih sering terjadi pada mereka yang memakai colchicine.

Para peneliti memperingatkan bahwa hanya sejumlah kecil pasien yang dilibatkan dalam uji coba, dan bahwa mereka tidak dapat mengetahui apakah colchicine dapat menghindari kebutuhan perawatan intensif atau mengurangi risiko kematian.

“Apa pun mekanisme tindakannya… colchicine tampaknya bermanfaat untuk pengobatan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit,” tulis mereka, seperti dikutip oleh Scitech Daily (5/2/2021).

Menurutnya, obat itu tidak memiliki efek samping yang serius, seperti kerusakan jantung atau hati atau penekanan sistem kekebalan – efek samping yang terkadang dikaitkan dengan beberapa obat lain yang digunakan untuk mengobati infeksi.

Penurunan kebutuhan akan terapi oksigen dan lama tinggal di rumah sakit tidak hanya baik untuk pasien tetapi juga mengurangi biaya perawatan kesehatan dan kebutuhan tempat tidur rumah sakit, ditambah kolkisin bukan obat yang mahal, mereka menyimpulkan.