Ini Temuan Soal Kasus Obat Penumbuh Rambut Yang Populer

Botak
Botak
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Dokumen terbaru mengenai efek samping obat penumbuh rambut buatan Merck menunjukkan bahwa ada beberapa kasus pria yang botak melakukan tindakan bunuh diri usai menggunakan obat tersebut.

Dalam dokumen yang diungkapkan Reuters (3/2/2021) melaporkan bahwa produsen obat bermerk Propecia dan tidak mencantumkan potensi risiko dalam label kemasannya. Hingga hari ini, label di Amerika Serikat tidak menyebutkan tentang bunuh diri atau pikiran untuk bunuh diri.

Sejak keputusan tentang peringatan tersebut pada 2011 itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah menerima lebih dari 700 laporan tentang bunuh diri dan pikiran untuk bunuh diri di antara orang yang memakai Propecia atau versi generik obat tersebut. Itu termasuk setidaknya 100 kematian.

Sebelumnya, dalam 14 tahun pertama obat itu beredar di pasaran, badan tersebut menerima 34 laporan, termasuk 10 kematian.

Finasterida telah dikonsumsi oleh sebanyak 2,4 juta orang pada 2020. perusahaan data kesehatan IQVIA. Angka itu meningkat dua kali lipat dari angka pada 2015.

Regulator Eropa dan Kanada, mengutip laporan serupa di antara pria yang memakai finasteride, mewajibkan peringatan pemikiran bunuh diri pada label, meskipun mereka mencatat bahwa penelitian belum membuktikan bahwa obat tersebut menyebabkan pemikiran seperti itu.

Namun Merck dilaporkan meminta agar dicantumkan risiko potensial berupa depresi pada label obat itu. Dan Ini disetujui FDA karena jumlah kasus bunuh diri lebih rendah dari jumlah pengonsumsi obat tersebut.