Apa Bedanya Vaksin COVID-19 Sinovac dan AstraZeneca?

<--ads1-->

OBATDIGITAL – Hadirnya vaksin COVID-19 AstraZeneca akan melegakan kelompok masyarakat berusia di atas 60 tahun ke atas.  Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, vaksin tersebut berpotensi aman untuk lansia.

Hal ini menjadi harapan agar angka kematian (mortalitas) akibat COVID-19 pada lansia mengalami penurunan. Pasalnya, kelompok tersebut rentan terpapar virus corona karena memiliki imunitas yang rendah.

Terdapat perbedaan metode pembuatan vaksin di antara Sinovac dan AstraZeneca. Vaksin Covid-19 produksi Sinovac terbentuk dari virus yang dimatikan (inactivated virus). Asalnya dari jenis virus COVID-19 yang tidak aktif.

Berbeda dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dikembangkan dari platform adenovirus. Dilansir dari BBC pada Senin (01/02/2021), tim pengembang vaksin mengambil virus yang biasanya menginfeksi simpanse. Kemudian, dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan konsekuensi penyakit pada manusia.

Vaksin AstraZeneca termasuk vaksin yang memiliki tingkat efikasi tinggi, sebesar 70,4%. Uji klinik dilakukan di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan.

Sedangkan vaksin Sinovac telah selesai uji klinik di Indonesia, hasilnya mencapai efikasi 65,3%. Angka ini sedikit berbeda dengan tingkat efikasi di Brasil sebesar 50,4%.

Meskipun memiliki beberapa perbedaan, tetapi keduannya memiliki keunggulan masing-masing. Diharapkan, adanya vaksin mampu meredam kasus positif COVID-19 dengan gejala berat.