Dokter Kecewa Komunikasi Virtual Dengan Perusahaan Farmasi, Kenapa?

crop doctor with stethoscope in hospital
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Pandemi COVID-19 yang melanda banyak negara membuat komunikasi tak lagi dilakukan secara langsung. Kebanyakan, demia pencegahan penularan dilakukan secara virtual.

Begitu pula yang terjadi di dunia farmasi. Dokter berkomunikasi dengan perusahaan obat terkait obat yang akan diberikan kepada pasien, juga dilakukan secara virtual.

Namun demikian, tidak semuanya merasa puas dengan cara itu. Bahkan menurut studi terbaru yang digarap konsultan farmasi dan perawatan kesehatan Indegene, sebanyak 50% dokter kecewa. Kekecewaan itu meningkat dari 23% dari tahun sebelumnya.

Ketidakpuasan digital dokter dengan perusahaan farmasi juga terletak pada media sosial yang dilalui. Mereka tidak suka komunikasi berlangsung melalui media sosial.

Gaurav Kapoor, Wakil Presiden Eksekutif Indegene, mengatakan seperti dilansir Fierce Pharma (1/2/20121), dokter berharap agar pelayanan yang dilakukan perusahaan farmasi sama ketika konsumen berbelanja online lewat Amazon atau streaming hiburan pada layanan seperti Netflix.

Sebagian lagi dokter merasa tidak puas dengan pemasaran yang dilakukan perusahaanfarmasi melalui surat elektronik (e-mail). Angkanya 46%. Kemudian disusul, panggilan telepon penjualan dengan perwakilan penjualan (42%) dan webinar dan situs web (masing-masing sebesar 39%).

“Ada kemunculan besar saluran digital dalam kehidupan dokter, tetapi farmasi jauh dari memberikan pengalaman yang memuaskan di sana,” kata Kapoor.

Mengenai hasil survei itu, perusahaan farmasi sudah bereaksi, kata Kapoor. Misalnya sekitar lima dari 15 apotek global teratas yang melatih kembali perwakilan penjualan mereka untuk menjadi “orkestra digital” dan bekerja untuk membantu mereka menciptakan komunikasi digital yang jelas dan komprehensif untuk para dokter.

Karena itu, sebagian dokter, meski masih di bawah 50% berharap komunikasi langsung bisa berlanjut lagi, misalnya melalui pertemuan ilmiah atau konferensi, pasca COVID-19.

“Semua orang sekarang menyadari ini akan menjadi normal baru,” kata Kapoor. “Orang-orang sejak awal mengatakan bahwa setelah COVID segalanya akan kembali, tetapi sekarang kepemimpinan senior mengatakan itu tidak akan pernah sama seperti sebelumnya.”