Awas, Diabetesi Wanita Berisiko Kena Penyakit Jantung Lebih Cepat

Penderita diabetes tengah disuntik insulin
Penderita diabetes tipe 1 suntik insulin
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Ini peringatan buat wanita yang menderita diabetes. Mereka warus berhati-hati menjaga kesehatannya dalam mengelola penyakitnya, seperti makanan, gaya hidup dan sebagainya.

Ini karena menurut hasil studi peneliti ada biomarker baru dari resistensi insulin, yang terkait dengan peningkatan 600% risiko penyakit jantung koroner dini pada wanita.

Kesimpulan itu didapat setelah peneliti dari Brigham and Women’s Hospital dan Mayo Clinic menganalisis lebih dari 50 faktor risiko di antara 28.024 wanita yang berpartisipasi dalam Studi Kesehatan Wanita.

Seperti dilansir Pharmacy Times 928/1/2021), mereka menemukan bahwa wanita di bawah usia 55 tahun dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko 10 kali lebih besar terkena penyakit jantung koroner selama 2 dekade berikutnya. Selanjutnya, resistensi insulin lipoprotein (LPIR) adalah biomarker prediktif yang kuat yang menentukan hubungan tersebut.

“Sayangnya, kami akan melihat orang-orang yang lebih muda dan lebih muda mengalami serangan jantung,” ujar penulis terkait Samia Mora, MD, MHS, dalam siaran pers.

“Saat individu yang lebih muda mengalami peristiwa kardiovaskular, hal itu akan memengaruhi kualitas hidup mereka ke depan, produktivitas, dan kontribusinya bagi masyarakat.”

Tim menganalisis sekitar 50 biomarker yang terkait dengan kesehatan kardiovaskular, periset menemukan bahwa metrik yang umum digunakan, seperti kolesterol low-density lipoprotein (LDL) dan hemoglobin A1C, memiliki hubungan yang lebih lemah dengan onset PJK pada wanita yang berusia kurang dari 55 tahun.

Di lain pihak, LPIR memiliki asosiasi yang kuat secara signifikan dan merupakan metrik yang lebih baru. LPIR menggunakan kombinasi 6 ukuran lipoprotein dan dianalisis melalui pengujian laboratorium khusus.

Sebaliknya, kolesterol jahat atau LDL hanya dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner 40% pada wanita di bawah usia 55 tahun. Di situ terlihat bahwa LPIR menunjukkan peningkatan 600%.

“Pada wanita sehat, resistensi insulin, diabetes tipe 2 dan diagnosis saudara perempuannya, sindrom metabolik, adalah kontributor utama kejadian koroner prematur,” kata Mora.

“Wanita di bawah 55 tahun yang mengalami obesitas memiliki risiko sekitar empat kali lipat untuk kejadian koroner, seperti halnya wanita dalam kelompok usia tersebut yang merokok atau menderita hipertensi. Ketidakaktifan fisik dan sejarah keluarga semuanya adalah bagian dari gambaran itu juga.,” pungkasnya.