Ingat, Efikasi Vaksin COVID-19 Bisa Berbeda-beda di Tiap Negara

kantor Johnson & Johnson
kantor Johnson & Johnson
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Ujicoba vaksin COVID-19 buatan Sinovac, Cina memberikan hasil yang berbeda-beda. Ketika diuji klinis di Turki, efikasinya sekitar 90%. Kemudian kita dilakukan di Indonesia, efikasinya sebesar 65,3%. Nah di Brazil efikasi terakhir yang dipublikasikan adalah sebesar 54%.

Perbedaan itu rupanya tidak hanya terjadi pada produk Sinovac. Vaksin COVID-19 buatan Johnson & Johnson (J&J). Seperti dilansir Pharmacy Times (29/1/2021)., efikasi vaksin buatan Amerika Serikat (AS) ini juga berbeda-beda.

Ketika diuji coba di AS efikasinya sebesar 72%. Lalu 66% di Amerika Latin. Efikasinya makin rendah ketika diuji klinis di Afrika Selatan yaitu sebesar 57% pada 28 hari pasca-vaksinasi.

Ini menunjukkan kemanjuran yang lebih rendah terhadap penyakit yang sedang berkembang di Afrika Selatan. Ada dugaan munculnya varian baru COVID-19 di negara paling selatan Benua Afrika ini mempengaruhi tingkat efikasi vaksin di sana. Varian baru virus Corona di sana memang dikabarkan lebih menular.

Menurut Badan Pengecagahan dan Pengendalian Penyakit AS(CDC), kasus varian baru Afrika Selatan di AS telah terdeteksi di negara bagian Carolina Selatan. Meskipun saat ini tidak ada bukti bahwa varian tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah, data awal menunjukkan bahwa virus tersebut dapat menyebar lebih mudah dan lebih cepat daripada varian lainnya.

“Tujuan kami selama ini adalah menciptakan solusi sederhana dan efektif untuk sebanyak mungkin orang, dan memiliki dampak maksimal untuk membantu mengakhiri pandemi,” kata Alex Gorsky, MBA, ketua Dewan Direksi dan CEO Johnson & Johnson, dalam siaran pers.

“Kami bangga telah mencapai tonggak penting ini dan komitmen kami untuk mengatasi krisis kesehatan global ini berlanjut dengan urgensi bagi semua orang, di mana pun.”

Kandidat vaksin J&J dilaporkan 85% efektif dalam mencegah penyakit parah di semua wilayah yang diteliti pada 28 hari pasca vaksinasi pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. Khasiat meningkat dari waktu ke waktu dengan tidak adanya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) pada peserta yang divaksinasi yang dilaporkan setelah hari ke-49.

Profil keamanan konsisten dengan kandidat vaksin lain yang menggunakan teknologi AdVac Janssen di antara lebih dari 200.000 orang hingga saat ini. Tingkat demam secara keseluruhan adalah 9% dan demam derajat 3 kurang dari 0,2%. Keseluruhan efek samping serius yang dilaporkan lebih tinggi di antara peserta yang menerima plasebo dibandingkan dengan kandidat vaksin aktif dan tidak ada anafilaksis yang diamati.