Sinergi Kalbe-Kemenristek Perbanyak Riset Kesehatan Nasional

Sie Djohan
Sie Djohan dari Kalbe
<--ads1-->

OBATDIGITAL- Pandemi COVID-19 menumbuhkan semangat peneliti untuk menghasilkan riset yang mampu memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Untuk mendorong tercapainya target penelitian nasional, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menggelar sosialisasi penerimaan Ristek/BRIN Kalbe Science Awards (RKSA) 2021. Ini merupakan kegiatan kesekian kali Kalbe menggelar KSA.

Direktur PT Kalbe Farma Tbk Sie Djohan menuturkan, program ini guna meningkatkan hilirisasi penelitian di bidang kesehatan. Harapannya, agar meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat serta meningkatkan nilai ekonomi nasional.

“Untuk itu, Kalbe terus berkomitmen melanjutkan RKSA ini untuk ke-7 kalinya di tahun 2021 dengan memberikan dana penelitian untuk proposal penelitian di bidang kesehatan, serta akan memberikan perhatian khusus pada penelitian yang memiliki keterkaitan dengan COVID-19,” ujar Sie Djohan melalui rilis yang diterima OBATDIGITAL.

Proses penyelenggaraan RKSA 2021 akan melalui beberapa tahap, yakni tahap penerimaan proposal penelitian Januari – April 2021, kemudian masa penilaian proposal Mei – Juni 2021. Tahap berikutnya adalah presentasi proposal penelitian terpilih pada Agustus 2021, dan pengumuman proposal penelitian yang akan menerima dana penelitian pada September 2021. Kemudian selama setahun penelitian akan melalui proses monitoring dan evaluasi oleh dewan juri RKSA 2021.

Ada beberapa topik menarik yang menjadi perhatian juri RKSA 2021, terutama mengenai pengembangan pengobatan COVID-19. Pasalnya, sampai saat ini peneliti Indonesia dan luar negeri sama-sama sedang berusaha untuk menemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan COVID-19.

“Semakin banyak kita mengetahui tentang biologi penyakit, semakin besar juga peluang untuk mengembangkan obat yang baik. Hasil diagnosa, peran sistem kekebalan tubuh yang sulit untuk diprediksi dalam pengaturan pra-klinis juga sangat diperlukan dalam pengembangan terapeutik yang diteliti dan tidak boleh diremehkan,” ucap Chief Scientific Officer Kalbe Genexine Biologics Yulius Setiady.