Ini Produk Teknologi Kesehatan Terbaru Buatan Kiwi Aliwarga

Salah satu produk UMG IdeaLab
Salah satu produk UMG IdeaLab
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Menyambut tahun 2021, sejumlah produsen alat kesehatan berusaha untuk menampilkan teknologi baru. Salah satunya Kiwi Aliwarga dengan anak usahanya bernama UMG IdeaLab.

UMG memamerkan produk-produk tebaru hasil inovasinya. Tentu saja dengan berkolaboras dengan sejumlah start up.bernama  Widya Imersif Teknologi, Aryaguna Technology, ProSehat, dan Perawatku.

Dengan alat ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan pribadi secara digital dan kemajuan healtech bagi para nakes di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis, terdapat kurang dari sepuluh dokter di antara 10.000 orang di Indonesia, dan Kementerian Kesehatan menyebut jumlah penduduk lebih dari 200 juta hanya mempunyai 10.168 puskesmas, 2.877 rumah sakit, 9.205 klinik, dan 30.260 apotek.

Dengan data tersebut, kata Managing Partner UMG IdeaLab Kiwi Aliwarga, dalam rilisnya yang diterima OBATDIGITAL (26/1/2021), akses layanan kesehatan masyarakat belum sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan, tetapi potensi masyarakat untuk mengakses  teknologi digital terbilang cukup tinggi.

“Maka, UMG IdeaLab terus berkomiten mengembangkan solusi teknologi demi memenuhi layanan kesehatan kepada masyarakat luas, terlebih pada masa pandemi saat ini,” ujarnya.

Widya Imersif Teknologi, startup asal Yogyakarta menghadirkan perangkat keras Kios Sehat dan jam tangan sehat WISH ke tengah masyarakat.  Dengan bentuk serupa mesin ATM dan memiliki peran sebagai support system tenaga kesehatan, Kios Sehat mampu melakukan pengecekan, diagnosa, dan edukasi kesehatan.

Teknologi ini memiliki fitur utama mengukur tinggi dan berat badan, suhu tubuh, hemoglobin, hingga kadar gula dan tekanan darah.

“Kios Sehat saat ini sudah mulai digunakan di klinik ProSehat di kawasan Palmerah Jakarta dan akan segera hadir di PMI Yogyakarta dan di Islamic Center Arrahmah Cibubur. Kios sehat memudahkan pengguna untuk mengetahui kondisi tubuhnya secara lebih praktis dibandingkan medical check up secara konvensional,” jelas Azman Latif, VP Technology Widya Imersif Teknologi.

Serupa dengan Kios Sehat, jam tangan pintar WISH memiliki fitur yang berfungsi sebagai early warning system Covid-19. WISH mampu mendeteksi kondisi tubuh abnormal pengguna, di mana ketika pengguna mengetahui kondisi anomali dapat langsung melakukan konsultasi telemedicine dengan dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

Hasil record kondisi tubuh pribadi kedua produk unggulan Widya Imersif Teknologi ini dapat diakses melalui smartphone dan pengguna dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatannya di layanan telemedisin ProSehat.

Dalam perkembangan healthtech, startup ProSehat yang diprakarsai oleh dr. Gregorius Bimantoro mengusung telehealth connected device, di mana pencegahan dan pemeliharaan kesehatan dilakukan secara virtual.

Pada saat ini sudah berjalan program pemantauan kesehatan di perusahaan yang menggunakan layanan ProSehat dengan memanfaatkan telemedisin yang dikhususkan untuk Corporate Health.

Inovasi lainnya, yakni dari Aryaguna Technology adalah E3D berkonsep 3D imaging & VR Training Health. Produk E3D dapat mengubah hasil CT scan dan MRI menjadi bentuk 3D, sehingga memudahkan pasien untuk memahami hasilnya secara visual.

Bagi dokter, 3D imaging mampu mengefisiensikan waktu dalam mengambil keputusan atau tindakan yang dibutuhkan pasien. Selain itu, hasil 3D imaging dapat dicetak menjadi objek 3D menggunakan 3D print.

“Jadi, teknologi yang kami kembangkan memudahkan pemberian informasi dokter kepada pasien dengan lebih detail dan real. Dokter pun dapat mempersiapkan pre-surgery planning dengan lebih matang dan presisi,” papar CEO Aryaguna Technology Samuel Theodorus.

Sementara itu, teknologi VR Training yang saat ini dikembangkan ditujukan bagi perawat dan bidan untuk simulasi pelatihan, juga sebagai sarana belajar mahasiswa kedokteran.

Saat ini, teknologi E3D sedang dalam proses penjajakan kerja sama ke beberapa rumah sakit di Jabodetabek, dan VR Training tengah dikembangkan melalui konsultasi dengan beberapa dokter dan dosen kedokteran terkait pengembangan materi pembelajaran.

Teknologi VR Training yang diusung Aryaguna Technology turut digunakan startup Perawatku. Menyasar lulusan sekolah tinggi keperawatan, Perawatku menyediakan end-to-end solution, dari rekrutmen suster, pelatihan keahlian homecare, hingga penyaluran kerja kepada pengguna.