Ini Jawabannya, Orang Yang Sudah Divaksin Masih Bisa Terpapar COVID-19

close up view of person holding a vaccine
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com
<--ads1-->

OBATDIGITAL –  Bupati Sleman Sri Purnomo mengaku terdiagnosis positif COVID-19 beberapa hari lalu. Padahal ia baru saja mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 pada Kamis (14/1/2021). Sehingga muncul dugaan, ia terinfeksi COVID dari virus yang terdapat dalam vaksin tersebut.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, kemungkinan Sri sudah terpapar virus corona tetapi masih dalam masa inkubasi.

 Menurutnya, secara alamiah waktu antara terpapar virus dan munculnya gejala atau load virus itu adalah sedang tinggi-tingginya sekitar pada 5 sampai dengan 6 hari.

“Hal ini adalah waktu yang pas karena beliau divaksinasi pada tanggal 14 Januari sementara hasil pemeriksaan swab beliau positif di tanggal 20 Januari,” katanya melalui rilis Kemenkes, Sabtu (23/01/2021).

Sementara itu, peneliti Bioteknologi dan Kimia Farmasi Bimo A. Tejo, Ph.D menuturkan, meskipun telah menjalani vaksinasi, masyarakat tetap harus mengikuti protokol kesehatan. Hal ini karena masih terdapat risiko terpapar virus corona.

 “Karakter vaksin yang ada sekarang seperti buatan Sinovac, bisa mengurangi angka sakit dan meninggal. Menjaga agar rumah sakit tidak kolaps, agar jumlah kematian bisa ditekan. Bukan seperti perisai, virus tidak bisa nempel ke kita. Hanya saja, kita tidak sakit dan meninggal. Kalau terkena [virus corona] seperti OTG,” ujar Bimo.

Bimo mengibaratkan vaksin sebagai senjata tambahan untuk menghadapi COVID-19. Senjata utamanya yaitu penerapan 3M. Terlebih, vaksinasi COVID-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan.

Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk. Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa yang akan datang.

“Suntikan kedua berfungsi sebagai booster untuk membentuk antibodi secara optimal dan imunitas. Ini baru akan terbentuk secara baik setelah 3 minggu suntikan kedua,” ucap Siti Nadia Tarmidzi.