Hadapi Varian Baru COVID-19, Produsen Vaksin Tambah Dosis Jadi 3 Dosis

Vaksin COVID-19 buatan Moderna
Vaksin COVID-19 buatan Moderna
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Vaksin COVID-19 belum semuanya tersebar dan disuntikkan kepada calon pengguna. Namun sejumlah varian baru virus Corona -penyebab COVID-19. Tentu ini menyulitkan sejumlah produsen vaksin karena belum tentu vaksin tersebut efektif untuk mencegah varian baru tersebut.

Seperti yang dilakukan Moderna. Salah satu produsen vaksinasal Amerika Serikat (AS) tersebut tengah mempertimbangkan suntikan pendorong kedua untuk melawan varian virus korona baru. Meskipun diakuinya, vaksinnya efektif juga terhadap varian baru.

Sementara rejimen dua dosis saat ini berlaku sejauh ini, itu kurang efektif terhadap varianbaru COVID-19 asal Afrika Selatan — yang membuat perusahaan mengeksplorasi suntikan ketiga dan penguat khusus varian.

Kandidat varian pindah ke studi praklinis dan studi fase 1 AS, menargetkan jenis virus korona yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Varian Afrika Selatan, yang dikenal sebagai B.1.135, mencatat penurunan enam kali lipat dalam titer penetral dalam tes yang dilakukan oleh Moderna dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Meskipun terjadi penurunan, vaksin mempertahankan tingkat yang diharapkan dapat melindungi penerima vaksin, kata Moderna.

Sementara itu, vaksin tersebut tampaknya memberikan tingkat antibodi penetral yang setara dengan varian Inggris. Studi telah diserahkan sebagai pracetak ke bioRxiv dengan rencana untuk diajukan untuk publikasi peer-review.

CEO Moderna Stéphane Bancel , dalam rilisnya yang dilansir Fierce Pharma (25/1/2021), mengatakan bahwa pihaknya percaya bahwa sangat penting untuk bersikap proaktif saat virus berkembang. Bahkan dia menegaskan kembali keyakinannya bahwa jepretan Moderna saat ini akan melindungi dari varian baru.

Sebelumnya, Pfizer dan mitranya BioNTech mengatakan pada bulan Desember bahwa pengujiannya menunjukkan vaksinnya, Comirnaty, secara konsisten “menetralkan beberapa jenis mutan.” Mitra terus mengumpulkan data tentang aktivitasnya terhadap varian,. ujar salah satu manajemen Pfizer