Usai Dilantik Jadi Presiden, Joe Biden Ubah Kebijakan AS Soal WHO dan Vaksin

Joe Biden, Presiden Terpilih AS
Joe Biden, Presiden Terpilih AS
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru saja dilantik. Setelah disumpah jadi presiden oleh Mahkamah Agung AS, ia sudah menyampaikan pidato dan program mendesak.

Salah satu kebijakan mendesak adalah mengatasi segera pandemi COVID-19 yang sudah merenggut 400.000 nyawa. Selain itu, program vaksinasi yang belum memenuhi target untuk mencapai 20 juta orang pada 2020.

“Kita sedang memasuki periode virus yang paling sulit dan mematikan dan harus mengesampingkan politik dan akhirnya menghadapi pandemi ini sebagai satu bangsa,” kata Biden, seorang Demokrat yang berumur 78 tahun, dalam pidato pelantikannya, yang dikutip Reuters (20/1/2021).

Meskipun pemerintah AS, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengirimkan sekitar 36 juta dosis dari dua vaksin yang disetujui ke negara bagian sejauh ini, hanya 16,5 juta yang telah diberikan.

Sebagian besar dari suntikan vaksin tersebut diberikan kepada petugas kesehatan dan penghuni panti jompo, sedangkan para pekerja harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkannya.

Kebijakan lainnya adalah mewajibkan semua warga AS menggunakan masker, termasuk di semua negara bagian, dan Gedung Putih. Selain itu, AS akan membatalkan penarikan diri AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pemerintahan Biden juga bermaksud untuk bergabung dengan aliansi COVAX, sebuah inisiatif yang dipimpin oleh WHOdan dua kelompok lain yang berupaya untuk mendapatkan akses yang lebih besar ke vaksin COVID-19 untuk negara-negara miskin.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik keterlibatan kembali AS dengan WHO. Itu kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

“Dengan vaksin menjadi alat penting dalam perang melawan COVID-19, bergabungnya AS dan mendukung fasilitas COVAX akan memberikan momentum untuk upaya memastikan akses yang adil terhadap vaksin untuk semua negara,” kata Dujarric.