BPOM Terus Berjuang Jadi Lembaga Yang Mandiri, Kompetensi dan Kredibel

Ketua BPOM Penny K Lukito
Ketua BPOM Penny K Lukito
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Ketika vaksinasi COVID-19, banyak tantangan yang dihadapi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Salah satunya menghadapi keraguan masyarakat terhadap kredibilitas, profesional dan kemandirian dalam memberikan ijin penggunaan darurat (EUA) kepada vaksin COVID-19 buatan Sinovac, Cina.

Dalam webinar yang berlangsung Sabtu (16/1/2021), Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengaku perlunya memgklarifikasi berbagai isu yang berkembang mengenai peran BPOM. “Kami menyampaikan terima kasih atas segala concern dan dukungan terhadap pentingnya sebuah Otoritas Obat dan Makanan yang mandiri,” ucap Penny.

Ia mengaku selama 5 sebagai Kepala BPOM, aspek-aspek kemandirian, kredibilitas, profesionalisme, dan kompetensi BPOM,masih terus diperjuangkan baik di forum nasional dan forum internasional.

Selanjutnya, fungsi BPOM dalam pengawalan keamanan, khasiat dan mutu vaksin telah dinilai olehOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO). Itu berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan WHO secara periodik sejak 2005.

“Berdasarkan hasil WHO benchmarking assessment terakhir pada 2018, level maturitas kinerja BPOM sudah diakui oleh WHO dengan level maturitas 3/4 untuk 9 fungsi pengawasan vaksin,” ujarnya dalam lama BPOM.

Sehingga BPOM saat ini menjadi kandidat regulator yang dapat dijadikan referensi untuk regulator obat dan vaksin negara lain

Begitu pula dalam pengawalan uji klinis vaksin COVID-19 dan distribusi vaksin ke sejumlah daerah di Indonesia. Dan saat ini BPOM menjadi sorotan serta benchmarking negara lain.

“Tantangan dalam melakukan pengawasan semakin berat karena bukan hanya berhadapan dengan masyarakat yang mengandalkan Badan POM untuk menjamin produk yang beredar di Indonesia, namun juga tantangan global terkait kualitas evaluasi yang dihasilkan oleh Badan POM.