Apa Kata Tenaga Kesehatan Setelah Divaksin COVID-19?

ilustrasi vaksinasi
ilustrasi vaksinasi
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Vaksinasi COVID-19 sudah dimulai Rabu lalu (13/1/2021). Hal tersebut menandakan dimulainya vaksinasi untuk tenaga kesehatan di 34 provinsi.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dilakukan di setiap fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit hingga Puskesmas, tak terkecuali Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tenaga kesehatan di Puskesmas Kramat Jati berjumlah 300 orang. Namun setelah melihat faktor komorbiditas, jumlahnya berkurang jadi 244 tenaga kesehatan yang dapat menerima vaksinasi. Di situ vaksinasi dimulai 14/1/2021 dan akan berakhir pada Minggu (17/1/2021).

“Direncanakan perhari 60 tenaga kesehatan yang divaksinasi. Mereka diberikan 2 dosis. Dosis keduanya nanti setelah 14 hari terhitung dari pemberian vaksinasi pertama,” kata Kepala Puskesmas Kramat Jati dr. Inda Mutiara, seperti dalam rilisnya yang diterima OBATDIGITAL (15/1/2021).

Tahapan vaksinasi dilakukan melalui 4 meja, antara lain meja 1 pendaftaran, meja 2 Skrining, meja 3 Vaksinasi, meja 4 Observasi.

Sedangkan vaksinator yang bertugas sebanyak 5 sampai 6 orang. Yaitu terdiri dari dokter, bidan, perawat.

Secara total jumlah vaksin COVID-19 untuk tenaga kesehatan di Kecamatan Kramat Jati sebanyak 2.380 dosis vaksinasi sesi pertama. Vaksin untuk sesi kedua akan dikirimkan menjelang pelaksanaan vaksinasi kedua.

Inda menambahkan tidak ada keluhan dari tenaga kesehatan yang divaksinasi sejauh ini. Jika timbul dampak setelah divaksinasi, para tenaga kesehatan diimbau segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat.

Salah satu dokter internship yang bertugas di Puskesmas Kramat Jati dr. Aprilla Dwi Utami mengaku dengan vaksinasi tersebut dapat mencegah penularan.

“Optimis ini (vaksinasi) untuk pencegahan. Selain itu untuk protokol kesehatan kita harus tetap ikuti,” katanya usai divaksinasi.