Jumat, Mei 07, 2021

Vaksin Sinovac Terbukti Halal, Ini Penjelasan Wamenag

Wamenag zainut tauhid sa'adi
<--ads1-->

OBATDIGITAL- Dalam rapat pleno yang digelar pada Jumat (08/01/2021), Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menetapkan Vaksin Covid-19 produksi Sinovac, halal dan suci. Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, MUI telah menjalankan tugasnya dengan baik dengan mengamati tahapan pemeriksaan vaksin hingga tuntas.

“Kami tentu mengapresiasi Komisi Fatwa MUI. Penetapan halal ini juga bagian dari bentuk ketaatan terhadap amanat regulasi,” ucap Wamenag melalui rilis yang diterima OBATDIGITAL, Senin (11/01/2021).

Dengan adanya ketetapan tersebut, Zainut berharap agar masyarakat menghentikan polemik mengenai vaksin Sinovac. Menurutnya, saat ini tinggal menunggu langkah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengeluarkan izin emergency use authorization (EUA) – yang pada hari yang sama juga sudah keluar ijin tersebut dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) (Baca: Hore BPOM Berikan EUA Kepada Vaksin COVID-19 Sinovac).

Sebelum disuntikkan kepada warga Indonesia, vaksin Sinovac harus lulus uji keamanan, kualitas, dan kemanjuran. Selain itu, karena mayoritas penduduk merupakan muslim, maka vaksin yang beredar akan terjamin tingkat kehalalannya.

“Fatwa MUI menegaskan bahwa vaksin Sinovac halal dan suci. Artinya, bahan yang digunakan dalam proses pembuatan vaksin terbebas dari unsur najis. Setelah ada keputusan BPOM terkait aspek penggunaan, MUI akan mengeluarkan penetapan kehalalan produk. Penetapan itu akan dijadikan dasar BPJPH mengeluarkan Sertifikat Halal,” tutur Wamenag.

Perlu diketahui, program vaksinasi memang tidak lantas menghilangkan COVID-19, tetapi ini merupakan upaya agar masyarakat memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Harapannya, kasus COVID-19 segera menurun.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »