20 Juni 2021

Obat Digital

Klik Dulu Sebelum Ke Dokter

Satu Lagi, Obat Kanker Bisa Sembuhkan Pasien COVID-19

ilustrasi obat

AstraZeneca, Lynparza, olaparib, Inggris, kanker prostat

pralatrexate, obat kemoterapi yang awalnya dikembangkan untuk mengobati limfoma, berpotensi digunakan kembali untuk mengobati penyakit COVID-19.
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Selama belum ditemukannya obat baru untuk menumpas COVID-19, sejumlah ilmuwan memilih mengandalkan obat-obat yang sudah diberikan kepada pasien-pasien yang menderita berbagai penyakit.

Kini ada obat kanker mulai digunakan dokter untuk menyembuhkan pasien COVID-19. Adalah pralatrexate, obat kemoterapi yang awalnya dikembangkan untuk mengobati limfoma, berpotensi digunakan kembali untuk mengobati penyakit coronavirus 2019 (COVID-19).

Itu menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di PLOS Computational Biology, yang dikutip Pharmacy Times (8/1/2021).

Sebelumnya, remdesivir telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk mengobati COVID-19 pada pasien tertentu. Namun belakangan obat ini tidak direkomenasdikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kini, pralatrexate mengungguli remdesivir dalam eksperimen laboratorium dapat digunakan kembali untuk mengobati sindrom pernapasan akut parah, coronavirus 2 (SARS-CoV-2), yang menyebabkan COVID-19.

Peneliti dari Institut Teknologi Canggih Shenzhen di Shenzhen, Cina menggabungkan beberapa teknik komputasi yang merangsang interaksi obat-virus dari perspektif yang berbeda dan saling melengkapi, menurut penelitian tersebut.

Lebih dari 1.900 obat disaring untuk potensi penggunaannya terhadap virus SARS-CoV-2 dengan menargetkan RNA polimerase yang bergantung pada RNA (RdRP).

Proses skrining mengidentifikasi 4 obat potensial yang kemudian diuji terhadap SARS-CoV-2 dalam percobaan laboratorium. Dari 4 obat tersebut, pralatrexate dan azithromycin berhasil menghambat replikasi virus. Menurut penelitian, percobaan lebih lanjut menemukan bahwa pralatrexate lebih efektif dalam penghambatan virus dibandingkan remdesivir.

“Kami telah mendemonstrasikan nilai pendekatan hibrid baru kami yang menggabungkan teknologi pembelajaran mendalam dengan simulasi dinamika molekuler yang lebih tradisional,” kata peneliti Haiping Zhang, PhD, dalam siaran pers.

Meskipun temuan yang menunjukkan bahwa pralatrexate berpotensi digunakan kembali untuk mengobati COVID-19 menjanjikan, obat tersebut menimbulkan efek samping yang signifikan, menurut penelitian tersebut. Selain itu, penggunaan langsung untuk pasien dengan COVID-19 tidak dapat dijamin.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »