RS Rujukan Diminta Kumpulkan Sampel Genom Squencing Virus COVID-19

Menkes Budi Gunadi Sadikin kunjungi rumah sakit
Menkes Budi Gunadi Sadikin kunjungi rumah sakit

OBATDIGITAL- Mutasi virus corona di Inggris menghebohkan internasional. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut varian baru ini sebagai SARS-CoV-2 VOC 202012/01. Ini karena ditemukan pada Desember 2020.

Penamaan lainnya yaitu N501Y, akibat terjadi perubahan pada Receptor Binding Domain (RBD) dari spike protein di posisi 501, dengan asam Amino Asparagine (N) tergantikan oleh Tyrosine (Y).

Menanggapi kasus tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belum dapat memastikan varian baru virus corona sudah masuk atau belum ke Indonesia. Hal ini karena Indonesia jarang melakukan tes genom sequencing secara rutin.  Alasannya, baru dua laboratorium yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (Jakarta) dan Universitas Padjajaran (Bandung) yang memiliki alatnya.

Untuk itu, Budi Gunadi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan genome tersebut untuk melacak keberadaan strain baru tersebut.

“Senin saya akan keluarkan surat kepada rumah sakit rujukan yang terjadi banyak traffic orang luar negeri masuk. Secara rutin, setiap 2 minggu sekali dikirimkan sample kepada jaringan laboratorium ini, agar 2 laboratorium saling bertukar informasi,” katanya dalam konferensi pers secara virtual di Universitas Padjadjaran (09/01/2021).

Menurutnya, apabila banyak sampel yang diteliti maka akan berdampak terhadap penerimaan internasional. Indonesia dapat dikenal mampu mengantisipasi mutasi strain virus corona.

“Saya baru lihat alatnya, kecil tapi mahal harganya. Tugas dari Presiden untuk mengatasi pandemi. Jangka panjang, memperbaiki security. Jangka pendeknya memberesi vaksinasi. Namun, ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemenkes, terlalu besar untuk ekslusif, jadi harus inklusif,” imbuh Budi.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi bekerja sama dalam rangka pelacakan mutasi virus corona  (COVID-19) sehari sebelumnya.

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan, mengamati karakter virus SARS-CoV-2 membutuhkan langkah yang matang. Surveilans genom terbagi dua yaitu whole genome sequencing dan surveilans genomik yang bersifat spesifik.