20 Juni 2021

Obat Digital

Klik Dulu Sebelum Ke Dokter

Perlukah Presiden Divaksin COVID-19 Pertama Kali?

Prof CA Nidom

Prof CA Nidom

<--ads1-->

OBATDIGITAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurut rencana akan divaksinasi COVID-19 pada 13 Januari 2021. Itu setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan ijin penggunaan darurat vaksin tersebut.

Penny K Lukito, Ketua BPOM pun mengusahakan agar ijin itu keluar sebelum Jokowi divaksin. Itu diutarakan dalam jumpa pers secara virtual yang dihelat Jumat (8/1/2021).

Cuma apakah perlu atau mendesak divaksin pertama kali? Ada pandangan bahwa Jokowi divaksin pertama kali karena ingin menunjukkan bahwa vaksin itu aman dikonsumsi, sehingga masyarakat pun sebaiknya juga divaksin agar terhindar dari penularan COVID-19.

Langkah ini juga pernah dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan beberapa pemimpin negara lainnya.

Namun menurut Profesor CA Nidom, pengamat kesehatan dari Profesor Nidom Foundation, Presiden sebenarnya tidak perlu divaksin terlebih dahulu. Sebab, Presiden merupakan simbol negara. “Presiden sebaiknya mengontrol bagaimana pelaksanaan vaksinasi COVID-19 itu berjalan baik,” kata Nidom dalam wawancara dengan Kompas TV Kamis malam (7/1/2021).

Soal sejumlah kepala negara melakukannya pertama kali, sebaiknya jangan ditiru. Menurutnya, risikonya sangat besar jika vaksin itu itu gagal. Jika ternyata aman setelah dicoba pada Jokowi, bukan berarti pula aman bagi semua orang. “Reaksi vaksin terhadap tubuh manusia bersifat individual. Efeknya pada setiap orang berbeda-beda,” pungkasnya.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »