Lansia Akan Mendapat Vaksinasi COVID-19 Juga?

vaksin virus Corona
vaksin virus Corona

OBATDIGITAL- Masyarakat di atas usia 60 tahun menjadi kelompok rentan yang mudah terpapar virus corona. Namun, vaksin juga belum tentu menjadi jaminan kesehatan karena dikhawatirkan efek sampingnya yang berpengaruh terhadap penyakit bawaannya.

Hasil uji klinik vaksin Sinovac di Brasil yang diumumkan pada Kamis (07/01/2021), menunjukkan tingkat efikasi vaksin CoronaVac sebesar 78%. Direktur Butantan Institute Dimas Covas menuturkan, dari persentase tersebut termasuk lansia.

Di Turki dikabarkan terlebih vaksin Sinovac malah mencapai 90%, meski ini mengundang tanda-tanya.

“Tidak ada di antara para lansia yang menerima suntikan vaksin hingga sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Kalau benar apa yang mereka sampaikan, itu adalah hasil yang sangat baik,” katanya dilansir dari Reuters.

Kepala BPOM  Penny K. Lukito menuturkan, meski Indonesia belum melakukan uji klinik fase III terhadap lansia, tetapi keberhasilan di Brasil bisa menjadi pertimbangan. BPOM akan membahas kebijakan persyaratan usia vaksinasi dari 18 tahun hingga 80 tahun.

Secara regulasi, WHO memutuskan, apabila efikasi lebih dari 50% maka dinyatakan terpenuhi. Oleh karena itu, BPOM juga mengacu pada hasil yang terdapat di Brasil dan Turki.

“Tentu saja berkomunikasi dan sharing data yang menunjukkan hasil uji klinik vaksin. Brasil dan Turki sudah memberikan data efikasi. Kita menggunakan bersama. Uji klinik selesai, baru efikasi. Setelah itu dibahas mengenai data efikasi Brasil dan Turki yang menjadi bahan pertimbangan,” katanya dalam konferensi pers secara virtual yang diikuti OBATDIGITAL lewat YouTube, Jumat (08/01/2021).

Sebelumnya, seorang pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan seperti yang dikutip reuters (Baca: Mengapa Usia Produktif Jadi Prioritas Vaksinasi COVID-19?) usia produktif akan menjadi prioritas vaksinasi COVID-19, di samping tenaga medis dan pegawai negeri sipil). Ini karena usia produktif adalah kelompok usia yang mobilitasnya tinggi dan rentan tertular atau menulari vrisu COVID-19.