Pengurus PKB Ini Menjelaskan Mengapa Menkes Terawan Diganti

Menkes Budi Gunadi Sadikin kunjungi rumah sakit
Menkes Budi Gunadi Sadikin kunjungi rumah sakit

OBATDIGITAL- Rabu pekan lalu (23/12/2020), Presiden Joko Widodo melakukan pergantian di jajaran menteri. Ada enam menteri yang diganti, salah satunya Menteri Kesehatan (Menkes). Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diganti oleh Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain Budi, Jokowi juga menunjuk ahli obesitas dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dokter Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mendampingi Budi sebagai Wakil Menkes.

Pergantian Menkes memang terasa mengejutkan karena belum ketahuan apa yang menjadi penyebabnya. Namun, seperti dilansir dari CNN Indonesia (28/12/2020), Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Faisol Riza menyebutkan bahwa Terawan pernah menolak membeli tiga vaksin COVID-19 untuk diboyong ke Indonesia.

Yaitu buatan Sinopharm, Sinovac, dan AstraZeneca. Dua pertama berasal dari Cina, dan satunya lagi merupakan perusahaan farmasi Inggris. Tetapi apakah hal ini menjadi alasan utama pergantian, belum jelas benar.

Pernyataan tersebut disampaikan Faisol dalam Webinar bertajuk “Crazy Rich Masuk Kabinet: Membaca Politik Plutokrasi Era Jokowi,” yang diunggah akun YouTube Forum Jurnalis Politik, Senin (28/12).

“Upaya melakukan pembelian vaksin, baik Sinopharm, Sinovac, maupun AstraZeneca yang kabarnya gagal karena menteri kesehatan sebelumnya tidak mau tanda tangan,” kata Faisol dalam webinar tersebut. Tapi tak dijelaskan mengapa Menkes kala itu menolak memasukkan ketiga vaksin tadi.

Pemerintah diketahui hingga saat ini telah memesan 371 juta dosis vaksin Covid-19 dari beberapa perusahaan farmasi asing. Perinciannya, sebanyak 116 juta dosis dari Sinovac, dan 52 juta dosis dari Novavax. Lantas, 45 juta dosis dari Pfizer Inc and BioNtech, 12 juta dosis dari Covax, dan 50 juta dosis dari AstraZeneca.

Ada pun Covax merupakan inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan membuat aliansi untuk mendapatkan vaksin. Nantinya, vaksin yang diberikan aliansi Covax kepada sejumlah negara seperti yang sudah ada di pasaran, yaitu AstraZeneca, Pfizer hingga Sinovac.

Menurut Faisol, reshuffle kabinet atau kocok ulang Jokowi terhadap jajarannya memang dilakukan agar bisa bekerja optimal di 2021, termasuk program pemerintah soal vaksinasi.

Oleh sebab itu, Faisol mengaku tak heran dengan penunjukkan Budi Gunadi Sadikin yang menggantikan Terawan. Sebelum jadi Menkes, Budi gencar menangani COVID-19, terutama di sejumlah rumah sakit BUMN.