Waduh, Banyak Remaja Kurang Percaya Vaksinasi COVID-19

Vaksinasi pada remaja
Vaksinasi pada remaja

OBATDIGITAL – Pemerintah di sejumlah negara, termasuk Indonesia, sudah mulai mempersiapkan vaksinasi COVID-19 kepada warga-warganya. Prioritas pertama diberikan kepada tenaga medis dan aparat keamanan. Setelah itu diberikan kepada warga masyarakat lainnya.

Mereka akan diberikan dua dosis agar sistem imunnya muncul dan bisa menangkal masuknya virus Corona, penyebab COVID-19. Namun, meski semua orang ingin terbebas dari COVID-19, tak semua orang terutama remaja yang bersedia diimunisasi.

Sebab sebuah survei baru menemukan bahwa individu yang lebih muda secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan vaksin dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.

Ini karena, seperti dilansir Pharmacy Times (22/12/2020), hasil survei itu menunjukkan, 56% orang Amerika mengatakan mereka tidak berencana untuk mendapatkan vaksin begitu tersedia. Dari jumlah tersebut, 35% tidak mempercayai vaksin secara umum, 28% tidak yakin dalam pengembangan dan proses persetujuan, dan 24% khawatir tentang efek samping (AE).

Memerangi masalah ini harus menjadi tujuan utama para ahli kesehatan karena lebih banyak vaksin yang disetujui dan masyarakat luas dapat menerimanya.

Survei tersebut menemukan bahwa individu yang lebih mungkin terkena dampak negatif COVID-19 secara signifikan lebih bersedia untuk divaksinasi begitu mereka mampu secara ekonomi. Dengan demikian, kelompok-kelompok ini harus ditargetkan dengan pesan untuk mendidik mereka tentang di mana, bagaimana, dan kapan harus divaksinasi, bukan mengapa.

Secara khusus, 52% geneerasi Baby Boomers dan 58% Generasi Diam berencana untuk menerima vaksin, dibandingkan dengan hanya 36% dari Gen Z. Mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya 94% lebih mungkin mendapatkan vaksin daripada mereka yang tidak memiliki kondisi yang mendasarinya.

Bagi individu yang skeptis terhadap vaksin, hasil survei menunjukkan bahwa alasan paling umum adalah ketidakpercayaan umum terhadap vaksin atau ketidakpercayaan pada proses pembuatan vaksin COVID-19 secara khusus.

Data menemukan bahwa dibandingkan dengan generasi lain, anggota generasi Milenial dan Gen X adalah yang paling mungkin tidak mempercayai vaksin secara keseluruhan.

Untuk kelompok usia ini, para peneliti mengatakan pesan harus menjelaskan dengan jelas mengapa risiko kesehatan yang terkait dengan tertular virus lebih besar daripada risiko yang terkait dengan vaksinasi.

Pasien Gen Z paling mungkin tidak mempercayai proses perkembangan dan persetujuan, menurut survei. Dari 36% kelompok ini yang berencana untuk mendapatkan vaksin, 33% mengatakan mereka akan menunggu sampai ada pemahaman yang lebih baik tentang AE jangka panjang. Saat berbicara dengan kelompok usia ini, apoteker dan lainnya harus menyoroti keamanan dan kemanjuran vaksin, serta integritas proses perkembangan.

Berdasarkan temuan ini, penulis menyimpulkan bahwa pakar kesehatan harus mengubah pesan mereka berdasarkan usia pasien, kondisi kesehatan, dan demografi lainnya. Menekankan pentingnya vaksin bagi generasi yang lebih muda dan mereka yang tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya dapat secara signifikan meningkatkan tingkat vaksinasi COVID-19 secara keseluruhan di Amerika Serikat.