Dengan 17 Setuju Lawan 4 Menolak, FDA Setuju Vaksin COVID-19 Digunakan

kantor FDA
kantor FDA
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Berbeda dengan sejumlah negara, seperti Inggris yang sudah menyuntikkan vaksin COVID-19 buatan Pfizer, di Amerika Serikat (AS) Pfizer justru harus melewati jalan tak mulus.

Sebelum digunakan untuk warga masyarakat vaksin tersebut harus melewati persetujuan di Komisi Panel Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA).

Setelah lewat debat panjang dan pengambilan suara di panel itu, diperoleh hasil 17 anggota dewan pensehat FDA menyetujui vaksin buatan Pfizer-BioNTech. Sedangkan 4 lainnya menolak. Satu lagi memilih abstain.

Dengan demikian vaksin itu bisa digunakan secara darurat untuk mencegah COVID-19 yang disebabkan oleh virus Corona. Vaksin itu diperuntukkan warga AS berusia 16 tahun ke atas.

FDA secara luas diharapkan untuk mengesahkan penggunaan darurat dalam beberapa hari. Distribusi dan inokulasi di Amerika Serikat diharapkan segera dimulai setelahnya.

“Ini adalah momen bersejarah,” Eric Dickson, kepala eksekutif UMass Memorial Health Care, seperti dilansir Reuters (11/12/2020). Dia menyebut vaksin dari Pfizer dan mitra Jerman BioNTech merupakan solusi terbaik untuk mengeluarkan kita dari situasi kita saat ini dan membantu kita menyelamatkan nyawa.

Tidak jelas mengapa empat panelis memberikan suara menentang otorisasi tetapi beberapa mengatakan mereka tidak nyaman dengan menyertakan anak berusia 16 dan 17 tahun, dengan alasan risiko bagi individu-individu tersebut rendah, dan minimnya bukti yang diajukan dalam persidangan.

“Keputusan akhir tentang apakah akan mengotorisasi vaksin untuk penggunaan darurat akan dibuat oleh pejabat karir FDA,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Panel juga membahas kekhawatiran yang muncul dari dua laporan tentang reaksi alergi yang serius di antara penerima vaksin di Inggris, dan apa yang harus dinasihatkan kepada wanita hamil, yang tidak dimasukkan dalam penelitian.

Wanita usia subur merupakan sebagian besar petugas layanan kesehatan, yang akan termasuk di antara yang pertama mendapatkan vaksin.

FDA mengatakan selama pertemuan panel bahwa tidak ada cukup data untuk mendukung atau bertentangan dengan penggunaan vaksin pada wanita hamil. Agensi merekomendasikan mereka membuat keputusan sendiri dengan saran dari dokter mereka.