Vaksin Sinovac Tiba, Ini Persiapan Pemerintah Agar Orang Mau Divaksin

Menkominfo Johnny G Plate
Menkominfo Johnny G Plate

OBATDIGITAL – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyambut baik kedatangan 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 produksi Sinovac, Cina. Ia menuturkan, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 akan dilaksanakan setelah vaksin COVID-19 mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin tersebut akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan pada 7 provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Selanjutnya, seiring dengan kedatangan vaksin, sasaran vaksinasi akan diperluas ke tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang di 27 provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali. Terdapat 1,8 juta dosis dalam kemasan produk jadi yang direncanakan akan tiba di Januari mendatang.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan vaksinasi COVID-19, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate pada Senin (07/12/2020) memperkenalkan lima juru bicara pemerintah untuk vaksinasi COVID-19.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik vaksin COVID-19 yang telah dipersiapkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pada tanggal 19 Oktober 2020 lalu.

Seperti yang juga dilansir Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Nasional (7/12/2020), Juru bicara pemerintah dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, yang juga merupakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2PML). Kedua, juru bicara dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia, yang juga menjabat sebagai Direktur Registrasi Obat BPOM. Serta yang ketiga, juru bicara dari PT Bio Farma, Bambang Herianto, yang merupakan Corporate Secretary perusahaan holding farmasi BUMN tersebut.

Siti Nadia, Lucia Rizka, dan Bambang Herianto berperan untuk membangun pemahaman yang tepat terkait kebijakan dan isu terkait serta membangun partisipasi publik untuk menyukseskan program vaksinasi COVID-19 dan penanganan COVID-19.

Sebelumnya, juru bicara yang telah ditunjuk pemerintah Wiku Adisasmito yang merupakan juru bicara penanganan COVID-19 akan menambah fokus pada aspek sains dari vaksin, serta Reisa Broto Asmoro juru bicara dan duta perubahan perilaku akan fokus pada menerangkan perilaku hidup sehat yang berbasis pencegahan termasuk vaksinasi.

Kelima juru bicara ini akan saling melengkapi dalam upaya komunikasi publik dan sosialisasi agar informasi tentang perkembangan vaksin dan vaksinasi COVID-19 dapat tersampaikan ke masyarakat secara terpadu, cepat, dan merefleksikan dinamika yang terjadi di lapangan.