BPOM Observasi Vaksin COVID-19 yang Akan Diedarkan

Kepala BPOM Penny K Lukito
Kepala BPOM Penny K Lukito
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Meski pengiriman vaksin baik yang sudah jadi maupun dalam baku sudah dilakukan pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak berhenti dalam mengobservasi jalannya uji klinis fase 3 terhadap vaksin COVID-19.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan hal itu bertujuan memastikan aspek keamanannya termasuk khasiat dan efektivitasnya. Selain itu, akan menganalisanya dengan para ahli dan dokter.

Dalam uji klinis, katanya, para ilmuwan mengambil sampel darah para relawan dan dianalisa di laboratorium. Untuk melihat seberapa besar vaksin itu memberikan peningkatan antibodi pada manusia. Terdapat standar yang harus dicapai agar vaksin itu efektif dan mampu menetralisir virus yang menyerang tubuh manusia.

“Sekarang kita sedang berproses untuk observasi pengamatan untuk melihat aspek keamanan, terutama khasiat dan efektifitasnya. Nah, itulah kenapa kita akan keluarkan Emergency Use Authorization (EUA). Untuk mendapatkannya, efikasi hanya cukup 50%, kalau vaksin itu umumnya, biasanya adalah 70%,” jelas Penny dalam dialog yang dipandu Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro, Senin (7/12/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Seperti yang juga dilansir Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Nasional, BPOM mengikuti standar internasional berdasarkan referensi dari Wolrd Health Organization (WHO), sebelum mengeluarkan perijinan. Selain itu, merujuk Food and Drug Administration (FDA) atau juga disebut regulator di negara lain yang bagus juga evaluasinya seperti di Indonesia.

Sebelumnya terkait izin penggunaan darurat, kata Penny, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat selama pandemi Covid-19 di Indonesia. Sudah ada beberapa obat yang mendapat izin dari BPOM yaitu favipiravir obat untuk kondisi pasien COVID-19 ringan sampai sedang dan remdesivir obat untuk pasien dengan kondisi yang berat.

Selain itu, BPOM bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), PT Bio Farma dan Kementerian Kesehatan telah melakukan inspeksi langsung ke Cina, salah satu negara asal vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia. Gunanya, untuk memastikan kehalalan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat.

Berbagai upaya pemerintah dalam menghadirkan vaksin dan vaksinasi COVID-19 dilakukan dengan prinsip kehati-hatian demi menjamin keselamatan masyarakat. Setelah 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama tiba di Indonesia, dilanjutkan dengan proses untuk mendapatkan izin penggunaan di BPOM.