Kedatangan Vaksin COVID-19 Disambut Melonjaknya Harga Saham Farmasi

Pergerakan saham
Pergerakan saham
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Vaksin COVID-19 buatan Sinovac tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu malam (6/12/2020). Sebanyak 1,2 juta dosis dari 30 juta dosis yang disiapkan pemerintah Indonesia siap untuk diperiksa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum digunakan kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Vaksin itu nanti akan diproses oleh PT Biofarma selaku badan usaha pemerintah yang sudah berpengalaman memproduksi sejumlah vaksin. Holding BUMN Farmasi ini nanti akan memprosesnya menjadi vaksin yang siap pakai.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, beberapa profesi yang diprioritaskan antara lain, tenaga medis, tentara dan polisi, serta petugas yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Diperkirakan vaksin ini akan disuntikkan kepada profesi-profesi tersebut, paling cepat akhir Januari 2021.

Apa pun kedatangan vaksin ini telah disambut positif oleh pemain saham. Ini terlihat dari naiknya harga saham emiten farmasi. Misalnya saham PT Indofarma Tbk (INAF) naik 14,75 persen dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik 14,65 persen.

Begitu juga saham emiten farmasi swasta seperi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA). KLBF naik 1,69% menjadi Rp 1.500 per lembar dan PYFA naik 5,98 persen. Padahal saham-saham farmasi dalam perdagangan sepekan sebelumnya nampak lesu. Harga sahamnya turun.