20 Juni 2021

Obat Digital

Klik Dulu Sebelum Ke Dokter

BPOM Keluarkan Informatorium Obat COVID-19 Terbaru, Lihat Isinya Yuk

Kantor BPOM

Kantor BPOM

Agar penggunaan obat COVID-19 sesuai aturan, BPOM meluncurkan buku Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia Edisi 2. Ada beberapa perubahan dibandingkan edisi yang pertama.
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Agar penggunaan obat COVID-19 sesuai aturan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan buku Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia Edisi 2 (IOCI 20). Sedangkan edisi pertama sudah diluncurkan pada Maret 2020 lalu. Kedua buku itu ditunukan untuk memberikan informasi obat utama untuk penanganan COVID-19 bagi tenaga kesehatan maupun pihak lain yang terkait.

Dalam Farmasetika (3/12/2020), Pelaksana tugas Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA BPOM, Togi J. Hutadjulu, menjelaskan beberapa poin perubahan dalam buku Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia edisi terbaru tersebut.

Menurutnya, IOCI 2 disusun merujuk pada publikasi/jurnal yg terbit hingga 17 Nov 2020.Struktur IOCI 2 terbagi kedalam 4 bab yakni pendahuluan, perkembangan terapi COVID-19 di dunia, tata laksana pengobatan pasien COVID-19, dan Informatium Obat COVID-19 Indonesia.

Perubahan pada Bab 1 dilakukan untuk menyesuaikan informasi latar belakang sesuai dengan data dan kondisi pandemi COVID-19 terkini.

Dalam bab itu disebutkan kriteria Obat yang Dicantumkan dalam IOCI 2. Yaitu antara lain: obat yang mendapatkan EUA untuk indikasi COVID-19 di Indonesia, obat yang tercantum pada Pedoman Tata Laksana Nasional dan Internasional untuk COVID-19, obat terdaftar di Indonesia denganindikasi utama, namun digunakan sebagai obat uji COVID-19 (off label), serta yang terakhir, obat tidak terdaftar di Indonesia, tetapi terdaftar di beberapa negara,dan digunakan untuk COVID-19 dalam bentuk obat uji klinik.

Kemudian dalam Bab 2, dilakukan penyesuaian informasi terkini terkait perkembangan terapi COVID-19 secara global.

Pada bab 3, penyesuaian informasi diakukan sesuai Pedoman Tatalaksana COVID-19 untuk Tenaga Kesehatan Edisi 2 (Agustus 2020) dengan penyesuaian bukti ilmiah terkini.

Termasuk didalamnya penambahan informasi pedoman tata laksana pengobatan COVID-19 pada pasien COVID-19 anak dan penambahan informasi terkait penggunaan obat
golongan antikoagulan pada pasien COVID-19.

Dalam bab 4 ada beberapa penyesuaian diantaranya dengan menghilangkan obat antivirus lopinavir dan ritonavir serta menghapus obat Antivirus pada
Penggunaan Emergensi yakni hidroksiklorokuin dan klorokuin.

Sedangkan ada 5 penambahan kategori obat, yaitu: anti inflamasi (Tosilizumab, Deksametason, Siklesonid), antikoagulan (Heparin, Enoksaparin), imunoglobulon, vitamin D, dan terapi adjuvan (plasma konvalesen, sel punca).

Sedangkan golongan obat lainnya tetap yakni:antibiotik (Azitromisin, Levofloksasin, Meropenem, Sefotaksim), analgesik non-opiod (parasetamol), agonis reseptor beta 2 selektif (salbutamol sulfat), obat sistem saraf (midazolam), pengencer dahak (asetilsistein), dan vitamin C dan Vitamin E

Selanjutnya, Bab 4 ini disusun berdasarkan outline pendahuluan yakni Informasi indikasi obat yang disetujui, Bukti ilmiah terkini berdasarkan hasil uji klinik obat uji, Informasi persetujuan regulatori/EUA (jika tersedia) kemudian diikuti dengan indikasi, kontraindikasi, mekanisme kerja, dosis, efek samping, interaksi obat, peringatan dan perhatian.

“BPOM berkomitmen untuk mendukung penanganan COVID-19 melalui penyediaan informasi yang relevan, update sesuai dengan rujukan nasional dan internasional terhadap obat dan terapi yang digunakan pada pengobatan COVID-19 dalam rangka perlindungan kesehatan masyarakat dalam penggunaan obat di masa pandemi COVID-19.” ucap Togi dalam acara peluncuran buku ini.

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Translate »